JAKARTA: AMD terus memperkuat posisinya di garis depan industri teknologi dunia dengan memberdayakan empat dari sepuluh superkomputer tercepat dan empat dari sepuluh sistem paling efisien di dunia.
Berdasarkan laporan terbaru dari daftar TOP500 dan Green500, teknologi AMD kini mendukung total 191 sistem, mewakili peningkatan signifikan sebesar 11% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kekuatan utama di balik pencapaian ini adalah kombinasi CPU AMD Epyc dan GPU AMD Instinct. Arsitektur ini menjadi dasar superkomputer terkenal seperti El Capitan (2nd) dan Frontier (3rd).
Selain itu, kehadiran sistem HPC7 yang baru diimplementasikan pada inti keenam menggarisbawahi dominasi AMD dalam memberikan kinerja luar biasa untuk kebutuhan komputasi ilmiah tingkat lanjut dan inovasi kecerdasan buatan (AI).
Selain kecepatan, efisiensi daya menjadi fokus utama AMD dalam mendukung keberlanjutan teknologinya. Pada daftar Green500, ada empat sistem bertenaga AMD yang masuk dalam 10 besar: Otus (peringkat ke-5), Capella (ke-6), AMD Ouranos (ke-9), dan Portage (ke-10). Secara keseluruhan, AMD mendukung 56% dari 50 sistem paling hemat energi di dunia, membuktikan bahwa kinerja tinggi tidak harus mengorbankan efisiensi.
Di Eropa, AMD memainkan peran penting dalam mendorong ambisi kedaulatan AI, atau kedaulatan teknologi AI. Kolaborasi dengan institusi seperti Eni di Italia melalui superkomputer HPC7 dan CSC di Finlandia menggunakan sistem LUMI telah menyediakan sumber daya mutakhir untuk penelitian energi dan kecerdasan buatan tingkat lanjut. Prancis juga mengembangkan Alice Recoque, superkomputer pertama yang menggunakan GPU AMD Instinct MI430X dan CPU AMD Epyc generasi ke-6.
Melihat ke masa depan, AMD menampilkan pratinjau GPU AMD Instinct MI430X di Forum Pengguna HPC 2026. GPU ini dirancang untuk memenuhi tantangan komputasi presisi ganda (FP64) yang penting untuk simulasi iklim dan eksplorasi fusi nuklir.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan) AMD


