Jakarta (Servisenta) – Inggris akan melakoni laga terakhirnya di Grup L Piala Dunia 2026 melawan Panama di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (28/6) pukul 04.00 WIB.
Inggris yang sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar, masih akan mencari kemenangan agar bisa menyelesaikan babak pertama sebagai juara Grup L. Hanya kemenangan dan tentunya harapan hasil positif dari laga lainnya antara Kroasia dan Ghana bisa mengantarkan Inggris menjadi puncak grup.
Dari Grup L, Inggris dan Ghana yang mengamankan empat poin di peringkat pertama dan kedua menjadi dua tim yang dipastikan lolos ke babak gugur. Kroasia yang berada di peringkat ketiga dengan tiga poin tetap mempertahankan asa meraih tiket kualifikasi, sedangkan Panama yang sudah mengemban tugasnya tersingkir.
Pada Piala Dunia 2026, tim asuhan pelatih Thomas Tuchel mengawali turnamen dengan mengalahkan Kroasia 4-1, namun pada laga kedua tidak mampu mengulangi hasil positif karena bermain imbang 0-0 dengan Ghana.
Sedangkan Panama yang baru memainkan Piala Dunia keduanya belum meraih satu poin pun di ajang besar tersebut. Di dua laga awal, mereka kalah dari Ghana dan Kroasia dengan skor identik 0-1.
Nantinya, jika menjadi juara grup, Inggris akan menghadapi salah satu tim unggulan ketiga terbaik Grup E, H, I, J atau K, sedangkan runner-up grup ini akan bertemu runner-up Grup K yang saat ini ditempati Portugal.
Jika tim peringkat ketiga Grup L lolos menjadi salah satu dari delapan tim terbaik, maka akan berhadapan dengan pemenang Grup K yang saat ini ditempati Kolombia.
Baca Juga: Pelatih Iran Bangga dengan Timnya, Meski Harus Menunggu Babak 32 Besar
Rekam pertemuan tersebut
Panama dan Inggris baru bertemu satu kali di final Piala Dunia, tepatnya di babak penyisihan grup Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, Inggris menang 6-1 atas Panama yang sedang melakukan debutnya di Piala Dunia.
Harry Kane mencetak hat-trick dua gol dari dua tendangan penalti dan satu gol tidak terarah, sehingga di penghujung turnamen penyerang asal Inggris itu menyandang gelar top skorer dengan enam gol, melampaui rekor yang dibuat oleh Antoine Griezmann (4 gol) yang membawa Prancis ke turnamen tersebut.
Tiga gol lainnya dicetak John Stones yang menyumbang dua gol melalui sundulan, sedangkan gol Jesse Lingard tercipta. Satu-satunya gol hiburan Panama, yang merupakan gol pertama mereka di Piala Dunia saat itu, dicetak oleh Felipe Baloy.
Komentar dari kedua pelatih
Pelatih Timnas Panama, Thomas Christiansen, menyebut laga melawan Inggris menjadi ujian bagi timnya. Menurutnya, kualitas Los Canaleros (Canal Forces atau Canal Men), julukan Panama, sangat berbeda dengan apa yang dihadapi Inggris di Piala Dunia 2018.
Christiansen pun bertekad melanjutkan performa positif timnya setelah kalah tipis di Piala Dunia 2026 dari Ghana dan Kroasia.
“Pertama-tama, saya ingin menyampaikan rasa hormat saya kepada Harry Kane. Saya rasa kami sudah banyak berubah sejak terakhir kali Inggris menghadapi Panama delapan tahun lalu. Sekarang kami harus membuktikannya di lapangan besok,” ujar pelatih asal Denmark itu.
Baca Juga: Rudi Garcia Puji Pemain Senior Usai Belgia Kalahkan Selandia Baru 5-1
Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan timnya siap memenangkan laga final meski akan bermain dengan kekuatan penuh.
Reece James dipastikan melewatkan pertandingan melawan Panama karena cedera, sementara Elliot Anderson, Declan Rice, dan Bukayo Saka mungkin tidak dalam performa terbaiknya setelah mengalami cedera ringan.
Tuchel berkata: “Hari ini mereka berlatih penuh bersama tim. Usai pertandingan melawan Ghana, mereka menghadapi masalah kecil, namun mereka punya cukup waktu untuk pulih. Kecuali Reece James, semua pemain fit dan siap bermain.”
Susunan pemain yang diharapkan
Panama: Mosquera (kiper); Blackman, Cordoba, Ramos, Harvey, Andrade, Murillo; Martinez, Rodriguez, Barcenas; Fajardo
Pelatih: Thomas Christiansen.
Inggris: Pickford (kiper); Quansah, Konsa, Guehi, O’Reilly; Maino, Anderson, Bellingham; Saka, Kane, Rashford.
Pelatih: Thomas Tuchel.
Baca Juga: Pelatih Mesir Puji Mental Pemain Usai Lolos 32 Besar
Baca juga: Graham Arnold berharap Irak mendapat pengalaman berharga
Reporter: Zaro Azza Syashnyar
Editor: Eka Arifa Raskiati
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

