hidup

hidup

Jakarta: Persaingan smartphone lipat kembali memanas. Setelah berbagai bocoran tersebar dalam beberapa pekan terakhir, Vivo akhirnya resmi menghadirkan Vivo X Fold6, penerus X Fold5 yang membawa peningkatan signifikan di sektor kamera dan baterai.
Perangkat ini hadir sebagai salah satu ponsel lipat premium terbaru dari Vivo dengan kamera utama 200MP hasil kolaborasi dengan ZEISS, sekaligus mengusung baterai berkapasitas 7.000mAh yang diklaim sebagai kapasitas terbesar yang pernah digunakan pada smartphone lipat hingga saat ini.
Selain itu, Vivo juga menyertakan chipset MediaTek terbaru, fitur multitasking baru di OriginOS, serta peningkatan daya tahan bodi untuk penggunaan sehari-hari.

Kamera ZEISS 200MP menjadi daya tariknya

Salah satu perubahan terbesar pada Vivo X Fold6 ada pada sektor kamera. Smartphone ini menggunakan kamera utama 200MP dengan sensor HPB Samsung berukuran 1/1,4 inci yang dicap oleh ZEISS.

Sensor ini merupakan sensor yang sama yang digunakan pada kamera telefoto Vivo X300 dan X300 Pro. Sistem kameranya juga dilengkapi dengan kamera ultra lebar 50MP dan kamera telefoto 50MP (Sony LYT602) dengan zoom optik 3x.
Bagi pengguna pecinta fotografi jarak jauh, Vivo juga memberikan dukungan aksesori ZEISS Teleconverter G2 yang memungkinkan pengambilan foto pada jarak hingga 200mm.

Baterai 7000 mAh merupakan yang terbesar di ponsel lipat

Bukan hanya kameranya, kapasitas baterai menjadi nilai jual utama Vivo X Fold6. Perangkat ini hadir dengan baterai silikon-karbon (Si-C) berkapasitas 7000 mAh, meningkat 1000 mAh dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut Vivo, kapasitas tersebut merupakan yang terbesar di kategori smartphone lipat saat ini. Sedangkan untuk pengisian daya, Vivo tetap mempertahankan dukungan teknologi FlashCharge 80W melalui kabel dan pengisian nirkabel 40W.

Layar lebih besar dan chipset MediaTek terbaru

Vivo X Fold6 memiliki layar eksternal AMOLED 6,5 inci dengan kecepatan refresh 120 Hz. Sementara jika dibuka, pengguna akan mendapatkan layar utama AMOLED berukuran 8,02 inci dengan aspek rasio 4:3,7, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan lokal hingga 5.000 nits.
Pada segmen performa, smartphone ini ditenagai MediaTek Dimensity 9500 Super, ditandemkan dengan RAM LPDDR5X Ultra hingga 16GB dan media penyimpanan UFS 4.1 hingga 1TB. Perangkat menjalankan OriginOS 6 Fold berbasis Android 16.
vivo juga memperkenalkan fitur baru bernama Atomic Workbench, yang memungkinkan pengguna membuka hingga lima aplikasi secara bersamaan di jendela terpisah untuk meningkatkan pengalaman multitasking.
Selain itu, Vivo juga meningkatkan daya tahan perangkatnya dengan sertifikasi IP58 dan IP59 sehingga lebih tahan terhadap debu dan pancaran air bertekanan tinggi.

Harga ponsel Vivo Xfold 6

Vivo X Fold6 tersedia dalam warna biru, putih dan hitam. Di pasar China, varian 12GB/256GB dibanderol dengan harga 7.999 yuan atau sekitar Rs. 18 jutaan, sedangkan varian teratas 16GB/1TB dijual dengan harga RMB 11.999 atau sekitar Rs. 27 juta.
Catatan: Perkiraan nilai tukar rupiah menggunakan kurs referensi Bank Indonesia pada hari Jumat 27 Juni 2026, dimana satu yuan setara dengan sekitar 2.253 rupiah. Nilai konversi dapat berubah mengikuti pergerakan nilai tukar.
Vivo telah membuka masa pre-order melalui toko resminya di China. Penjualan perdana rencananya akan berlangsung mulai 1 Juli 2026. Hingga saat ini, Vivo belum mengumumkan timeline peluncuran Vivo X Fold6 maupun ketersediaannya untuk pasar global, termasuk Indonesia.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(Tag untuk terjemahan)alat