JAKARTA (Servisenta) – Pelatih timnas Jerman Julian Nagelsmann menyebut ruang ganti timnya penuh kekecewaan setelah disingkirkan Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Boston Amerika Serikat, Selasa, di Indonesia bagian barat.
Nagelsmann dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Selasa: “Suasana di ruang ganti benar-benar penuh kekecewaan. Sayangnya, terkadang, begitulah sepak bola.”
Gol Kai Havertz pada menit ke-54 menyamakan kedudukan lewat gol Julio Enciso pada menit ke-42. Namun, saat adu penalti, penyerang Arsenal itu gagal menuntaskan tugasnya setelah tendangannya diblok Orlando Gil.
Nick Woltemade mengikuti jejak kegagalan Havertz, sebelum dua penyerang terakhir Paraguay gagal. Menjelang mati mendadak, tendangan Jonathan Tah melambung tinggi, sementara Jose Canale mampu membawa pulang bola untuk membawa negaranya lolos ke babak 16 besar.
Baca juga: Paraguay singkirkan Jerman lewat adu penalti
Baca juga: Inggris Vs Republik Demokratik Kongo: Pertarungan Sengit untuk 16 Besar
“Kami butuh waktu lama untuk memaksa lawan mengejar permainan. Kami harus lebih sering mengirim bola ke area penalti. Kami harus menyelesaikan pertandingan sebelum bisa diputuskan lewat adu penalti. Proses membangun serangan kami sangat lambat,” kata Nagelsmann.
Sementara itu, Havertz kehilangan kata-kata untuk menggambarkan betapa kecewanya dia karena tidak mampu membawa negaranya ke babak 16 besar.
Havertz berkata: “Ini adalah Piala Dunia keduanya, tapi semuanya tidak berjalan sesuai harapan.” Menurutnya, performa timnya tahun ini tidak seburuk edisi 2022, namun masih belum cukup untuk melaju lebih jauh.
Sementara itu, hasil ini meneruskan penampilan negatif Jerman di Piala Dunia setelah menjuarai Brasil edisi 2014 lalu, setelah dua kali gagal lolos dari babak penyisihan grup, dan kemudian tersingkir di babak 32 besar.
Havertz berkata, “Saya tidak dapat menemukan kata-kata yang cukup. Ini adalah partisipasi kedua saya di Piala Dunia, dan kedua pertandingan tersebut berakhir tanpa hasil yang kami inginkan. Yang bisa saya lakukan hanyalah meminta maaf.”
Ia menyebut ada yang kurang pada laga Jerman di Piala Dunia 2026. Oleh karena itu, Havertz meminta timnya segera melakukan penilaian.
Ia berkata, “Saya rasa kami tidak bermain buruk di beberapa turnamen terakhir, tapi selalu ada yang kurang. Kali ini sama saja. Kami harus benar-benar mengevaluasi diri, terutama kami sebagai pemain. Saya tidak ingin menyalahkan pelatih.”
Baca Juga: Prancis Vs Swedia: Blagault Masih Bukan Ujian Nyata Bagi Timnas Prancis
Baca juga: Jerman Kehilangan Penampilannya
Penerjemah: Zaro Azza Syashnyar
Editor: Michael Tejo Adeputra Siahan
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


