Jakarta (Servisenta) – Klub Italia AC Milan resmi mendatangkan striker Goncalo Ramos dari klub Prancis Paris Saint-Germain (PSG) pada bursa transfer pemain musim panas ini.
Dikutip dari laman resmi klub, Selasa, klub Italia Milan mengikat Goncalo Ramos dengan kontrak berdurasi lima tahun atau hingga 30 Juli 2031.
Goncalo Ramos menjadi pemain pertama yang mencapai Milan pada bursa transfer musim panas ini sejak Ruben Amorim ditunjuk sebagai pelatih anyar.
Tidak perlu perkenalan???????
Halo, Gonzalo Ramos ✍️ pic.twitter.com/WzZtivs4q6
– AC Milan (@acmilan) 30 Juni 2026
Baca juga: Pujian untuk Goncalo Ramos usai Paris Saint-Germain menjuarai Piala Super Prancis
Sedangkan menurut jurnalis Italia Fabrizio Romano, Milan mengeluarkan biaya transfer sekitar €74 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Menurut Fabrizio Romano, kepindahan Gonçalo Ramos dari Paris Saint-Germain ke Milan merupakan kepindahan yang memecahkan rekor dalam sejarah transfer Rossoneri.
Pada musim 2025/2026, pemain berusia 25 tahun itu tampil dalam 45 pertandingan di berbagai kompetisi bersama Paris Saint-Germain dan berhasil menyumbang 12 gol dan dua assist dari total 1.704 menit bermain.
Gonçalo Ramos memulai karirnya di level senior bersama klub Portugal Benfica pada tahun 2020 dan bermain untuk klub tersebut selama tiga musim.
Setelah itu, ia bergabung dengan klub Prancis Paris Saint-Germain dan mengikuti 131 pertandingan di berbagai kompetisi, berkontribusi mencetak 45 gol dan membuat 10 gol dari total 5.394 menit bermain.
Selain itu, ia juga berhasil meraih banyak gelar seperti Liga Prancis (3), Liga Champions (2), Piala Prancis (2), dan Piala Super Prancis (3).
??????⚫️ Resmi dikonfirmasi. Goncalo Ramos bergabung dengan Milan dari Paris Saint-Germain seharga €74 juta plus tambahan.
Rekor penandatanganan untuk AC Milan. pic.twitter.com/kZwE7BlsyI
– Fabrizio Romano (@FabrizioRomano) 30 Juni 2026
Wartawan : Aldi Sultan
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


