
Mauro Pimentel/AFP
Kuartet lini depan mematikan Prancis yang terdiri dari Kylian Mbappe, Ousmane Dembélé, Michael Olise, dan Bradley Barkula menjadi ancaman tangguh bagi lawan mereka di Piala Dunia 2026.
BOLASPORT.COM – Kuartet maut Timnas Prancis kembali menelan korban di Piala Dunia 2026, membuat lawan semakin gemetar.
Pada era 1980-an, Prancis diketahui mempunyai kombinasi empat pemain hebat yang dikenal dengan… “Bawalah Sihir” Atau segi empat ajaib.
Kuartet legendaris Michel Platini, Jean Tigana, Alain Giresse, dan Luis Fernandez memimpin timnas Prancis menjuarai Piala Eropa 1984.
Gelar tersebut merupakan gelar pertama yang diraih tim Prancis di turnamen internasional.
Lebih dari empat dekade kemudian, inti dari empat pemain senior telah kembali ke tim Negeri Anggur, meski kini sedikit bergeser ke lini depan.
Dulunya CS Platini dikenal menawan dengan permainannya yang indah dan solid, kini kuartet tersebut semakin menunjukkan keganasan dalam mengobrak-abrik pertahanan musuh.
Tidak lagi pesona (Keajaiban), kuartet Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Michael Olise dan Bradley Barkola bisa disebut ””Carré de la Mortealias quadruple deathmatch untuk lawannya.
Kedengarannya mengerikan, tapi mungkin begitulah yang dirasakan musuh saat dihadapkan pada gravitasi empat pemain depan Didier Deschamps.
Di Piala Dunia 2026, Deschamps suka menggunakan empat pemain menyerang sekaligus dalam formasi 4-2-3-1.
Trio pendukung Barkola, Olise dan Dembele di belakang Mbappé telah menjadi struktur lini depan yang jelas. Terkadang komposisinya diputar dengan masuknya lapisan yang sama menjanjikannya.
Desire Doue atau Rayan Cherki keduanya mendapatkan akting cemerlang mereka, termasuk akting cemerlang dari model Marcus Thuram, Jean-Philippe Mateta, dan Magnes Akleuch.
(Tag untuk terjemahan) Kylian Mbappé


