JAKARTA (Servisenta) – Penyerang timnas Belgia Romelu Lukaku menegaskan karakter yang ditunjukkan dirinya dan rekan satu timnya menjadi pembeda saat menyingkirkan Senegal 3-2 pada laga 32 terakhir Piala Dunia 2026 di Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Kamis WIB.
Ungkap Lukaku usai laga dikutip dari laman resmi FIFA, “Itu adalah pertandingan yang sengit, namun kami memberikan semua yang kami miliki. Kami terlambat, namun kami menunjukkan kepribadian yang kuat. Dalam pertandingan seperti ini, itulah yang menjadi pembeda.”
Belgia semakin mendapat tekanan sejak awal, bahkan tertinggal 0-2 berkat gol Habib Diarra pada menit ke-25 dan Ismaila Sarr.
Namun, tim asuhan Rudi Garcia berhasil menemukan momentum bagus hanya empat menit menjelang waktu normal ketika Lukaku mencetak gol memanfaatkan umpan Thomas Meunier.
Tiga menit kemudian, mereka menebusnya melalui sundulan Youri Tielemans yang tak terkawal, memanfaatkan kesalahan prediksi kiper Maury Diaw terhadap umpan silang Leandro Trossard.
Baca Juga: Tielemans Bawa Belgia Kembali Kalahkan Senegal dan Lolos ke 16 Besar
Baca Juga: Senegal Singkirkan Habib Diarra: Babak Pertama Bagus, Tapi Belum Cukup
Pendulum berayun seluruhnya ke arah Belgia di perpanjangan waktu, hingga mereka mendapat hadiah tendangan penalti dari wasit Said Martinez di penghujung perpanjangan waktu kedua ketika tembakan Dodi Lukabakio membentur mistar gawang namun Tielemans dilanggar terlebih dahulu oleh Lamine Kamara.
Tielemans menyelesaikan tugasnya dengan sempurna sebagai penegak pertandingan, saat ia menyalip Diaw dan menembakkan bola ke sudut kanan atas gawang untuk mengirim Belgia ke babak 16 besar.
Lukaku berkata: “Senegal adalah salah satu tim terbaik di turnamen ini. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit dari sudut pandang teknis, fisik, dan taktis.”
Dia menambahkan: “Tetapi ketika kami meningkatkan tekanan dan mengejar bola-bola lepas, semangat kami bersinar dan kami memenangkan pertandingan.”
Hasil ini meneruskan peluang Belgia untuk menampilkan performa terbaiknya yang tak bisa dikatakan meyakinkan sepanjang turnamen. Belgia kesulitan melewati babak penyisihan grup, bahkan membutuhkan comeback epik untuk menyingkirkan Senegal.
Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi pemenang pertandingan babak 32 besar lainnya antara tuan rumah Amerika Serikat dan Bosnia dan Herzegovina.
Baca juga: Gol Balogun dan Tillman Kirim AS ke Babak 16 Besar
Baca juga: Kongo Kalah karena Harry Kane
Wartawan: Arendra Modia
Editor: Gelang Galiartha
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


