Spanyol vs Austria: Upaya La Roja menghapus hasil buruk di masa lalu

Spanyol vs Austria: Upaya La Roja menghapus hasil buruk di masa lalu

Jakarta (Servisenta) – Di atas kertas, Spanyol seharusnya bisa memenangi laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, mengingat statistik La Roja sebagai pemuncak Grup H lebih kuat dibandingkan Austria. runner up Grup J

Namun, terkadang faktor non-teknis melebihi statistik, termasuk stres. Hal ini sering terjadi di Spanyol.

Sejak menjuarai Piala Dunia 2010, La Roja belum pernah lolos melewati babak 16 besar, babak sistem gugur pertama jelang edisi 2026 yang diikuti 48 negara. Kemajuan mereka di babak tersebut terhenti setelah mereka disingkirkan Rusia pada 2018 dan Maroko pada 2022.

Kegagalan di dua edisi terakhir bisa menghantui Spanyol saat menghadapi Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, AS, Jumat (3/7) pukul 02.00 WIB.

Tim asuhan Luis de la Fuente mungkin menolak menghubungkan pengalaman masa lalu dengan situasi saat ini.

Namun, mereka juga tidak bisa mengabaikan masa lalu sepenuhnya. Pengalaman buruk sudah bisa menjadi beban psikologis, namun sebaliknya, pengalaman baik kini bisa menjadi inspirasi.

Pengalaman apik tersebut salah satunya adalah keberhasilan La Roja menjuarai Piala Eropa 2024 usai mengalahkan Inggris 2-1 di laga final.

Keberhasilan tersebut bisa saja mengulang sejarah 16 tahun lalu ketika Spanyol langsung mengangkat trofi Piala Dunia 2010 setelah menjuarai Piala Eropa 2008.

Baca Juga: Belgia Tumbangkan Senegal dan Lukaku: Kepribadian Adalah Pembedanya

Faktor non teknis mengemuka karena Spanyol secara teknis lebih unggul dari Austria. Sebab, aspek non teknis kini berpotensi menjadi kendala terbesar La Roja di laga kali ini.

Sulit untuk tidak mengunggulkan Spanyol sebagai pemenang mengingat performa mereka sepanjang babak penyisihan grup sangat meyakinkan.

Rodri menjadi satu dari dua tim di Piala Dunia 2026 yang belum pernah kebobolan, selain Meksiko. Sebaliknya, David Alaba kebobolan enam gol.

Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.