Review pertandingan Swiss vs Aljazair, pertarungan taktis antara Jakin dan Petkovic

Review pertandingan Swiss vs Aljazair, pertarungan taktis antara Jakin dan Petkovic

Jakarta (Servisenta) – Timnas Swiss akan menghadapi Aljazair pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, Jumat (3/7) di Indonesia bagian barat yang akan menjadi ajang adu taktik antara pelatih Murat Yakin dan Vladimir Petkovic.

Berdasarkan laman Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), Kamis, Swiss memasuki babak sistem gugur dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu melewati babak penyisihan grup tanpa kekalahan, yakni dua kali menang dan satu kali seri.

Mereka tentu akan mengandalkan permainan kuat, pengalaman para pemain senior, serta efektivitas serangan balik yang menjadi ciri permainan mereka sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Petkovic berhasil lolos dari Aljazair setelah menunjukkan semangat juang yang besar, termasuk hasil imbang dramatis yang memastikan lolosnya mereka ke babak sistem gugur. Masing-masing meraih kemenangan, sekali imbang dan kalah di babak penyisihan grup.

Laga ini juga menjadi duel emosional mengingat Petkovic pernah melatih Timnas Swiss pada periode 2014-2021 dan berperan dalam membangun fondasi skuad yang saat ini masih diperkuat sejumlah pemain seperti Granit Xhaka dan Brielle Embolo.

Baca juga: Swiss Yakin Hadapi Babak 32 Besar

Baca juga: Aljazair dan Austria lolos ke babak 32 besar setelah bermain imbang 3-3

Di bawah kepemimpinannya, Swiss menorehkan sejarah besar. Ia mengantarkan tim lolos ke perempat final Piala Eropa (Euro) 2020. Prestasi tersebut merupakan pencapaian terbaik Swiss di turnamen besar sejak Piala Dunia 1954.

Meski demikian, Petkovic menegaskan bahwa hubungan sebelumnya tidak akan mempengaruhi pendekatannya dalam laga hidup-mati untuk merebut tiket ke babak 16 besar.

Secara historis, mereka tampil lebih baik di Piala Dunia.

Tim berjuluk “La Nate” ini mencapai perempat final sebanyak tiga kali, pada edisi 1934, 1938, dan 1954.

Sedangkan prestasi terbaik Aljazair sebelum edisi 2026 adalah mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2014 di Brasil.

Kedua negara juga sudah tidak asing lagi satu sama lain.

Beberapa kali mereka bertemu di laga persahabatan internasional dengan rekor yang relatif sama, semakin menguatkan ekspektasi bahwa laga akan berlangsung sengit.

Dari segi kualitas individu, Swiss sedikit unggul berkat pengalaman para pemainnya di kompetisi elite Eropa.

Namun Aljazair memiliki kecepatan di sayap dipadukan dengan kreativitas dan pengalaman Riyad Mahrez yang bisa menjadi pembeda.

Swiss mungkin lebih menguasai bola sementara Aljazair menunggu peluang melancarkan serangan balik cepat.

Perkiraan susunan pemain.

Swiss: Gregor Koppel, Sylvain Widmer, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Ricardo Rodriguez, Remo Freuler, Granit Xhaka, Dan Ndoye, Zaki Amdouni, Ruben Vargas, Briel Embolo.

Aljazair: Oussama Benbout, Issa Mendy, Jaouine Hajez, Rayan Ait Nouri, Ramy Ben Sabaini, Hicham Boudaoui, Nabil Bentaleb, Ibrahim Maza, Fares Chaybi, Riad Mahrez, Amin Jouri.

Baca Juga: Nyakhat Akui Senegal Sangat Kecewa Usai Kalah dari Belgia

Baca juga: De La Fuente: Tekanan justru membuat Spanyol terus berkembang

Penerjemah: Donnie Aditra
Editor: Gelang Galiartha
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.