Membuka peluang menjadi tuan rumah Piala Asia AFC 2026, Eric Thohir menyebut Jakarta menjadi prioritas utama

Membuka peluang menjadi tuan rumah Piala Asia AFC 2026, Eric Thohir menyebut Jakarta menjadi prioritas utama

Jakarta dan Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi prioritas utama jika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia AFC, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Eric Thohir.

Muhammad Ali Aziz Mardiansyah / BOLASPORT.COM

Jakarta dan Stadion Utama Gelora Bung Karno akan menjadi prioritas utama jika Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Asia AFC, kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Eric Thohir.

BOLASPORT.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Minpura) Eric Thohir memberikan bocoran terkait rencana lokasi penyelenggaraan Piala Asia AFC FIFA jika Indonesia resmi terpilih menjadi tuan rumah turnamen tersebut.

Indonesia saat ini sedang bersaing ketat dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya untuk bersaing menjadi tuan rumah Piala Asia AFC FIFA perdana.

Turnamen ini dinilai sangat bergengsi karena untuk pertama kalinya FIFA terlibat langsung dalam menjalankan kompetisi tingkat regional di Asia Tenggara.

Eric Thohir mengungkapkan, peluang Indonesia untuk menang sangat terbuka karena adanya dukungan penuh dari pemerintah.

Bahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini sudah memiliki gambaran kota mana yang akan menjadi lokasi bentrokan peserta tersebut.

Baca Juga: John Herdman Bidik Timnas Indonesia Juara Piala Asia AFC FIFA 2026

Eric Thohir memastikan Jakarta akan menjadi prioritas utama sebagai venue pertandingan.

Ia mengatakan, salah satu stadion yang diprioritaskan adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

“Kami belum menentukan (lokasi pastinya), tapi yang pasti (turnamen digelar) September dan Oktober,” kata Eric Thohir kepada awak media, termasuk BolaSport.com, di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

“Kalau ada delapan tim, saya kira Jakarta akan menjadi salah satu prioritas, di Gelora Bung Karno (SUGBK),” ujarnya.

Meski demikian, Menpora menyadari untuk menggelar ajang seperti FIFA, standar yang dibutuhkan tidak main-main.