Hadj mengatakan, Piala Dunia menjadi pelajaran berharga bagi Aljazair

Hadj mengatakan, Piala Dunia menjadi pelajaran berharga bagi Aljazair

Vancouver, Kanada (Servisenta) – Pemain timnas Aljazair Jaouin Hadj menggambarkan kegagalan timnya lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai pelajaran berharga bagi tim muda Aljazair untuk terus berkembang.

Hajjam menilai kekalahan Swiss di babak 32 besar bukan hanya karena tekanan pertandingan.

Hajjam mengatakan selepas pertandingan: “Setiap pertandingan di Piala Dunia selalu memberikan tekanan kepada semua tim. Mungkin tekanan hari ini sedikit lebih besar karena ini adalah pertandingan hidup atau mati, namun tekanan adalah hal yang baik dan kami membutuhkannya.”

Ia menegaskan pertandingan berlangsung ketat dan ditentukan oleh detail-detail kecil.

Meski Aljazair menciptakan sejumlah peluang dan bermain cukup baik, namun timnya kurang efektif memanfaatkan peluang tersebut.

Menurut Hajam, Swiss tampil lebih efisien terutama dalam memaksimalkan peluang di bidang vital.

Baca juga: Efektivitas Swiss adalah Kunci Hilangkan Aljazair

Ia berkata, “Banyak hal positif yang sudah kami lakukan. Tentu saja kami harus tetap positif, namun kami tidak bisa berpuas diri karena pertandingan seperti ini ditentukan oleh detail-detail kecil. Lawan lebih efektif dan inilah yang membuat hasil ini sangat menyakitkan.”

Pemain muda tersebut menyatakan bahwa seluruh tim kecewa karena merasa memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.

“Kami benar-benar merasa punya peluang untuk lolos. Kompetisi ini hanya diadakan empat tahun sekali, dan momen seperti ini sangat jarang terjadi. Sudah lama kami menunggu, dan sekarang sudah berakhir. Sakit sekali,” ujarnya.

Hajjam menekankan “pelajaran berharga” tersebut dan bermaksud memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk membangun tim yang lebih matang secara mental dan bermain, sehingga Aljazair lebih siap menghadapi turnamen berikutnya.

Ia meminta rekan-rekannya bisa menjadikan pengalaman tersebut sebagai insentif untuk berkembang, dan menekankan pentingnya bekerja keras di level klub agar pemain kembali ke timnas dengan kualitas yang lebih baik.

Dia berkata, “Sekarang kami harus kembali ke klub kami dan bekerja dua kali lebih keras. Kami memiliki sekelompok pemain bagus dan generasi yang menjanjikan. Jika kami terus berkembang, saya yakin kami bisa kembali lebih kuat.”

Baca juga: Riyad Mahrez Tinggalkan Aljazair Usai Tersingkir di Babak 32 Besar

Hajjam memuji kapten timnas Aljazair, Riyad Mahrez, yang ia gambarkan sebagai sosok penting yang memberikan dampak positif bagi perkembangan pemain muda negaranya.

Menurutnya, Mahrez bukan hanya seorang pemimpin, namun ia juga merupakan panutan yang mengetahui arti kebanggaan dalam mengenakan seragam timnas Aljazair.

Dia berkata: “Kami ingin memberikan akhir yang lebih baik, tapi itulah sepak bola.”

Hajem menilai pengalaman bermain bersama Mahrez merupakan elemen penting dalam karier profesionalnya.

“Bisa bermain bersama Riyad Mahrez adalah suatu kehormatan besar. Kami belajar banyak darinya setiap hari di tim nasional. Ini akan tetap menjadi kenangan yang sangat berharga,” kata Hajjam.

Aljazair terhenti di babak 32 besar setelah lolos dari babak penyisihan grup sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Baca juga: Swiss Lolos ke Babak 16 Besar Usai Singkirkan Aljazair 2-0

Wartawan: Arif Prada
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.