Vancouver, Kanada (ServisentaJ) – Pemain sayap timnas Swiss Dan Ndoye menegaskan timnya tak mau berpuas diri meski mampu mengamankan satu tempat di perempat final Piala Dunia 2026. Pemain yang kini membela Nottingham Forest ini mengatakan, kemenangan di babak 16 besar hanyalah langkah awal perjalanan Swiss di turnamen tersebut.
Ndoye menjadi salah satu pemain kunci kemenangan tersebut setelah kembali tampil tegas dan membantu tim melaju ke babak berikutnya. Ia mengaku lega bisa kembali berkontribusi setelah melalui masa sulit akibat kendala fisik yang mengganggu persiapannya.
Ndoye dalam konferensi pers usai pertandingan berkata: “Tentu saja saya senang bisa menjadi penentu dan membantu tim. Kami bekerja keras untuk itu. Ada sedikit kelegaan karena akhirnya kami mencetak gol hari ini, tapi yang terpenting adalah kemenangan dan kami bisa lolos ke perempat final.”
Pemain berusia 25 tahun itu mengungkapkan, beberapa bulan terakhir ini tidaklah mudah karena ia harus berjuang untuk mendapatkan kembali kondisi fisiknya dan secara bertahap kembali ke ritme permainan.
Baca juga: Nottingham Forest Resmi Rekrut Winger Swiss Dan Ndoye dari Bologna
Dia berkata: “Saya tidak bermain selama beberapa bulan karena masalah fisik. Pada pertandingan pertama saya mencoba mendapatkan kembali ritme saya sedikit demi sedikit. Tentu saja ada rasa frustrasi, tetapi saya selalu bekerja keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri saya.”
Ndoye menegaskan, dirinya tidak akan membebani dirinya dengan tujuan pribadi jika sudah yakin bisa bangkit kembali. Fokus utamanya hanya membantu tim meraih kemenangan di setiap pertandingan.
Ia mengatakan, “Hari ini saya hanya fokus pada pertandingan dan berusaha memberikan penampilan terbaik. Gol akhirnya datang dan tentu saja melegakan. Tapi sekali lagi, yang terpenting adalah kemenangan tim.”
Selain itu, Ndoye juga memuji gelandang muda asal Swiss, Johan Manzambi, yang dinilainya sebagai pemain menjanjikan yang punya potensi besar untuk menjadi bagian penting masa depan timnas.
Ndoye berkata: “Apa yang dia lakukan di usianya sungguh luar biasa. Dia membuat tim menjadi lebih baik. Saya pikir dia masih memiliki banyak ruang untuk berkembang, namun kami sangat senang memiliki dia di tim.”
Ia pun memastikan performa lini serang Swiss semakin berkembang, terutama dari segi kelancaran dan kerja sama antar pemain yang semakin kompak berkat latihan intensif selama turnamen.
Baca juga: Efektivitas Swiss adalah Kunci Hilangkan Aljazair
Ia berkata: “Kami bekerja keras dalam latihan untuk menemukan kelancaran pertandingan. Hari ini kami berhasil menunjukkan hal itu di lapangan dan itu sangat positif. Sekarang kami harus mempertahankannya di pertandingan berikutnya.”
Nadoye menambahkan, babak knockout memerlukan konsentrasi penuh karena tidak ada ruang lagi untuk melakukan kesalahan.
Ia berkata, “Bagi saya, turnamen sebenarnya dimulai hari ini. Ini adalah pertandingan hidup atau mati. Tidak ada peluang kedua. Kami harus fokus pada setiap menit pertandingan karena banyak pertandingan ditentukan di menit-menit terakhir.”
Ia menggambarkan kemenangan ini sebagai momen penting dalam sejarah sepak bola Swiss, namun menegaskan bahwa timnya tetap ingin melangkah maju di turnamen tersebut.
Dia berkata: “Hari ini kami menulis satu halaman dalam sejarah, tapi kami menginginkan lebih. Kami ingin terus bekerja keras dan membuktikan bahwa kami pantas menjadi salah satu tim terbaik di dunia.”
Mereka selanjutnya akan kembali menghadapi Swiss di BC Place, Vancouver, pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Nat Ia masih menunggu pemenang laga Kolombia kontra Ghana untuk memperebutkan satu tempat di babak semifinal.
Baca juga: Swiss Lolos ke Babak 16 Besar Usai Singkirkan Aljazair 2-0
Baca juga: Riyad Mahrez Tinggalkan Aljazair Usai Tersingkir di Babak 32 Besar
Wartawan: Arif Prada
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

