Jackson Irvine sangat kecewa melihat Australia tersingkir melalui adu penalti

Jackson Irvine sangat kecewa melihat Australia tersingkir melalui adu penalti

Kalah dalam adu penalti memang menyakitkan

Jakarta (Servisenta) – Gelandang timnas Australia Jackson Irvin mengungkapkan kekecewaan luar biasa setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2026 melalui adu penalti melawan timnas Mesir, Jumat waktu setempat.

Kalah adu penalti itu menyakitkan, kata Irvine, dikutip dari situs resmi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), hari ini, Sabtu.

Ia melanjutkan: “Tetapi siapa pun yang memiliki keberanian untuk melangkah dan mengambil bola setelah bermain selama 120 menit atau berapa pun lamanya pertandingan, menunjukkan determinasi yang luar biasa.”

Pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026, Australia harus tersingkir setelah kalah adu penalti setelah bermain imbang selama 120 menit melawan Mesir.

Tim Australia sempat tertinggal saat melawan Mesir melalui gol Imam Ashour, namun mampu menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Mohamed Hani.

Baca juga: Jackson Irvine: Kapten Australia yang Eksentrik dan Berbahaya

Tim asuhan Tony Popovic akhirnya kalah 2-4 setelah dua pemain Australia, Harry Souttar dan Lucas Harrington, gagal menjalankan tugasnya.

Irvine berharap kegagalan Souttar dan Harrington tidak menjadikan para pemainnya menjadi kambing hitam atas kegagalan Australia dan malah mendapatkan dukungan yang layak.

Irvine mengakhiri pidatonya dengan mengatakan: “Saya berharap semua orang terus mendukung mereka dan memberikan dukungan penuh. Sejak awal kami telah mengatakan bahwa kami memiliki tim pemenang… Kekuatan kami terletak pada tim ini.”

Australia mengulangi kegagalannya meraih kemenangan di babak sistem gugur Piala Dunia 2006, dan mengulangi hasil tersebut pada edisi 2006 (1-2 vs Italia) dan 2022 (1-2 vs Argentina).

Baca juga: Mesir Lolos ke Babak 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti

Wartawan : Aldi Sultan
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.