JAKARTA (Servisenta) – Pelatih Maroko Mohamed Wehbe menilai reaksi pemainnya di babak kedua menjadi faktor utama kemenangan 3-0 atas Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Minggu.
Wehbe menyebut Maroko bangkit setelah menghadapi tekanan Kanada sepanjang babak pertama. Menurutnya, Atlas Lions tampil jauh lebih baik selepas jeda, terutama dalam memenangkan duel dan merebut bola kedua.
Wehbe mengatakan kepada situs FIFA, “Kami sangat senang. Ini adalah pertandingan Piala Dunia dan pertandingan seperti ini selalu sulit karena setiap tim bermain dengan segala sesuatu di garis gawang. Kami bereaksi sangat baik di babak kedua, terutama dalam perebutan bola kedua dan duel di lapangan.”
Maroko kesulitan mengembangkan pertandingan menjelang jeda. Kanada beberapa kali mengancam gawang Yassine Bounou dan tampil lebih agresif, namun gagal memanfaatkan peluang.
Baca Juga: Stale Solbakken Minta Norwegia Tak Takut dengan Nama Besar Brasil
Di babak kedua, Maroko langsung mengambil kendali pertandingan. Gol Ezzedine Ounahi pada menit ke-50 dan 82, lalu gol Sofiane Rahimi di masa tambahan waktu, membawa Atlas Lions menang telak demi meraih tiket lolos ke babak perempat final.
Wehbe juga menyampaikan apresiasinya terhadap Kanada yang dinilainya telah tampil sangat baik. Namun, ia menilai perubahan permainan yang dilakukan Maroko selepas jeda membuat timnya bisa memanfaatkan ruang yang mulai terbuka di pertahanan lawan.
“Harus saya akui Kanada tampil impresif. Mereka memainkan permainan yang tidak biasa. Itu bukan kejutan bagi kami. Namun, di babak kedua kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan dan itu menjadi kunci kemenangan,” kata Wehbe.
Maroko lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Paraguay.
Baca juga: Ounahi dengan gemilang membawa Maroko ke delapan besar setelah menghentikan Kanada 3-0
Reporter: Hendry Sukma Indrawan
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

