Kudus, Jawa Tengah (ServisentaJ) – Goal Aksis Cimahi melaju ke final All-Star Bracket Hydroplus U15 Soccer League (HSL) 2025/2026 usai menyingkirkan Mojang Priangan melalui adu penalti di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.
Kirani Haida membawa Mojang Priangan unggul sebelum Astrid Nahda Sabella menyamakan kedudukan dan bertahan hingga waktu normal berakhir. Pada babak adu penalti, Goal Access berhasil mengamankan keunggulan setelah unggul 3-2.
Pelatih gawang Poros Budi Suparlan menilai ketenangan para pemain menjadi kunci kemenangan atas Mojang Priangan, mengingat mereka juga tertinggal dari pesaingnya.
Ia mengatakan, “Kalau bermain lebih tenang, apapun hasilnya, kemampuan akan keluar 100 persen. Sebaliknya, saat tidak tenang, kemampuan terbaiknya tidak akan diperlihatkan. Alhamdulillah para pemain mampu melaksanakan instruksi pelatih.”
Bodi mengaku meminta para pemain tetap fokus menghadapi pertandingan saat tertinggal satu gol di babak pertama, tanpa membebani diri dengan hasil akhir, mengingat babak kedua masih tersisa 35 menit.
Baca Juga: Solo Akan Menjadi Region Baru HSL 2026/2027
BACA JUGA: Goal coach Aksis fokus membangun mental jelang semifinal HSL All-Stars
Ketenangan ini berujung pada gol penyeimbang hingga harus menjalani adu penalti. Bodi menjelaskan, para eksekutor penalti sudah disiapkan oleh pelatih, sehingga tugas pemain menjaga persiapan mental.
Meski kedua tendangannya gagal membuahkan gol, Bodi tak menutup kemungkinan mereka kembali menjadi algojo jika final ditentukan lewat adu penalti.
Sementara itu, pelatih Mojang Priangan Imam Sojagad mengapresiasi upaya para pemainnya yang tampil maksimal dan menerapkan strategi yang telah disusun.
Dia berkata: “Kami unggul di babak pertama, tapi kami kebobolan di lima menit terakhir babak kedua, dan akhirnya kalah adu penalti. Para pemain berjuang keras.”
Diakuinya, staf teknis menganalisis kekuatan gol Accies sebelum pertandingan. Namun setelah menerima gol tersebut, kesehatan psikologis para pemain memburuk sehingga mempengaruhi kinerja tim.
Meski gagal lolos ke final, Imam meminta anak asuhnya tidak berkecil hati karena masih banyak persaingan yang akan mereka hadapi dan ini menjadi kesempatan untuk tampil lebih baik lagi.
Kapten tim Mojang Priangan, Nafisa Aisha Noori mengaku, dirinya dan rekan satu timnya sudah berusaha semaksimal mungkin meski tak berhasil membawa tim ke final.
Ia berharap ajang HSL All-Stars 2026 menjadi wadah bagi para pesepakbola muda putri untuk berkembang dan mendapat minat dari tim pencari bakat timnas putri Indonesia.
“Saya berharap beberapa dari kita akan melihatnya Penemuan bakat Timnas putri Indonesia. “Saya juga senang ada turnamen yang bisa membantu pesepakbola wanita berkembang lebih jauh,” ujarnya.
Baca Juga: Putri Tangsel Gagal Tembus Semifinal HSL All-Stars Meski Sudah Capai Maksimal
BACA JUGA: Arema FC Wanita meningkatkan fokus bermain mereka untuk pertemuan semifinal HSL All-Stars
Jurnalis: Ahmed Nizar El-Din
Editor: Gelang Galiartha
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


