Jakarta (Servisenta) – Pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni menilai pertemuan negaranya dengan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 hanyalah laga sepak bola antara dua tim yang mencari tiket lolos ke final.
Scaloni menampik anggapan bahwa pertemuan Inggris-Argentina penuh dengan rivalitas di luar lapangan, termasuk dalam konteks konflik politik.
“Ini adalah pertandingan sepak bola. Kami akan memainkan pertandingan sepak bola melawan tim nasional hebat yang memiliki pelatih hebat yang sangat saya hormati dan kagumi,” kata Scaloni seperti dikutip The Guardian, Senin.
Argentina akan menghadapi Inggris pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, AS, Kamis (16/7) pukul 02.00 WIB.
Tim Albiceleste lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Swiss 3-1 di perpanjangan waktu, sedangkan Inggris mengamankan tempat di semifinal setelah mengalahkan Norwegia 2-1.
Baca juga: Argentina Lolos ke Semifinal Lawan Inggris Usai Kalahkan Swiss 3-1
Baca juga: Piala Dunia 2026 Masih Milik “Gang Delapan”
Pertemuan Argentina dan Inggris selalu menyita perhatian karena sarat sejarah di Piala Dunia. Inggris mengalahkan Argentina di perempat final Piala Dunia 1966, sebelum Albiceleste membalasnya di perempat final Piala Dunia 1986 dalam pertandingan yang dikenang karena gol Diego Maradona, “Tangan Tuhan”.
Kedua tim kembali bertemu di babak 16 besar Piala Dunia 1998, saat Argentina menang lewat adu penalti. Empat tahun berselang, Inggris membalasnya dengan kemenangan 1-0 di babak penyisihan grup Piala Dunia 2002 lewat gol David Beckham, hasil yang turut menggagalkan laju Argentina.
Di luar sepak bola, hubungan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Falkland atau Kepulauan Malvinas pada tahun 1982. Isu ini kembali mencuat saat Piala Dunia 2026 setelah sejumlah suporter dan pemain Argentina menyanyikan lagu-lagu yang menghina Kepulauan Malvinas, Diego Maradona, dan Lionel Messi.
Striker asal Argentina Jose Manuel Lopez mengakui laga melawan Inggris memiliki nilai sejarah yang besar. Meski demikian, ia memastikan seluruh pemain tetap profesional saat berada di lapangan.
“Jelas, di luar empat lini lapangan, ini adalah permainan yang memiliki banyak sejarah, banyak penderitaan, dan banyak hal di baliknya,” ujarnya.
Lopez menambahkan: “Namun, kami profesional. Kami akan bermain seperti yang kami lakukan di setiap pertandingan, hingga detik terakhir, seperti yang kami tunjukkan malam ini, dan memberikan segalanya.”
Argentina mencapai final Piala Dunia 2026, mempertahankan gelar, dan lolos ke semifinal melalui sejumlah pertandingan penuh kontroversi, mulai dari babak penyisihan grup hingga menghadapi Mesir di babak 16 besar dan Swiss di perempat final.
Baca juga: Profil Semifinalis Piala Dunia 2026
Baca juga: Konate Akui Spanyol Punya Kualitas, Tapi Tegaskan Prancis Tak Takut
Reporter: Hendry Sukma Indrawan
Editor: Gelang Galiartha
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


