JAKARTA: Xiaomi dilaporkan telah merevisi target penjualan ponsel pintar global pada tahun 2026, meningkatkan target menjadi 110 juta unit, setelah sebelumnya menurunkan perkiraannya karena tekanan pada rantai pasokan komponen, terutama memori.
kutipan GizchinaKeputusan tersebut mencerminkan semakin besarnya optimisme Xiaomi terhadap pemulihan pasokan dan permintaan pasar pada paruh kedua tahun ini. Sebelumnya, Xiaomi dikabarkan menurunkan target pengiriman smartphone sebanyak dua kali lipat sepanjang tahun 2026.
Namun kondisi pasar yang mulai membaik membuat perseroan kembali meningkatkan target distribusinya. Revisi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Xiaomi dalam persaingan pasar smartphone global yang terus menghadapi tantangan perekonomian dan fluktuasi biaya komponen.
Langkah ini menunjukkan keyakinan Xiaomi bahwa kendala pasokan yang sebelumnya membebani industri ponsel pintar mulai mereda. Dengan target barunya ini, Xiaomi berharap bisa meningkatkan volume pengiriman sekaligus menjaga daya saing di berbagai segmen, mulai dari smartphone kelas menengah hingga flagship.
Salah satu faktor utama di balik revisi yang ditargetkan adalah peningkatan kondisi pasokan chip memori. Dalam beberapa bulan terakhir, industri semikonduktor menghadapi tekanan akibat terbatasnya produksi dan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, termasuk perangkat kecerdasan buatan dan pusat data.
Persyaratan tersebut menyebabkan sejumlah produsen smartphone, termasuk Xiaomi, harus menyesuaikan target produksinya. Kini, dengan tanda-tanda persediaan memori mulai stabil, Xiaomi memperkirakan momentum tersebut bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi smartphone di sisa tahun 2026.
Optimalisasi rantai pasokan juga diharapkan dapat membantu perusahaan menjaga ketersediaan produk di pasar yang berbeda. Selain untuk memenuhi permintaan konsumen, langkah ini penting untuk memastikan peluncuran model baru tidak terganggu oleh tertundanya pasokan komponen.
Selain faktor pasokan, Xiaomi dikatakan melihat prospek permintaan yang lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya. Permintaan terhadap ponsel pintar kelas bawah dan menengah mulai pulih di sejumlah pasar, memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan volume pengiriman.
Sektor ini selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Xiaomi. Melalui lini Redmi dan Poco, Xiaomi memiliki portofolio produk yang menjangkau berbagai kelompok konsumen dengan harga bersaing.
Di sisi lain, Xiaomi juga terus memperkuat posisinya di segmen premium dengan seri andalannya. Strategi ini memungkinkan perusahaan China menjangkau pasar yang lebih luas tanpa bergantung pada satu kategori produk saja.
Meski meningkatkan target penjualannya, Xiaomi masih menghadapi persaingan ketat dari berbagai produsen smartphone global. Samsung dan Apple masih menjadi pemain terbesar di pasar premium, sementara sejumlah vendor asal China juga terus memperluas pangsa pasarnya di berbagai wilayah.
Di tengah kondisi ini, Xiaomi mengandalkan kombinasi spesifikasi kompetitif, harga kompetitif, dan pengembangan ekosistem perangkat pintar untuk menjaga bisnisnya tetap berkembang. Xiaomi juga terus memperluas portofolio produknya di luar ponsel pintar, termasuk perangkat AIoT, perangkat yang dapat dikenakan, tablet, dan bahkan mobil listrik.
Diversifikasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem Xiaomi sekaligus meningkatkan loyalitas pengguna terhadap berbagai produk yang diproduksi perusahaan teknologi tersebut. Revisi target menjadi 110 juta unit dipandang sebagai sinyal bahwa Xiaomi semakin percaya diri dengan kondisi industri ponsel pintar di paruh kedua tahun 2026.
Setelah sempat bungkam karena ketidakpastian pasokan komponen, Xiaomi kini melihat peluang untuk meningkatkan volume pengiriman. Keputusan tersebut juga menunjukkan bahwa Xiaomi memperkirakan tekanan pada industri semikonduktor akan mulai mereda.
Jika kondisi pasar tetap stabil hingga akhir tahun, target baru ini berpotensi menjadi pencapaian penting bagi perusahaan yang didirikan 16 tahun lalu di Beijing, China, dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis smartphone globalnya.
Namun pencapaian tujuan tersebut tetap bergantung pada sejumlah faktor, antara lain stabilitas rantai pasokan global, kondisi perekonomian di berbagai negara, dan tingkat permintaan konsumen saat musim belanja akhir tahun.
Xiaomi juga perlu menjaga keseimbangan antara peningkatan volume produksi dan profitabilitas di tengah persaingan harga yang sedang berlangsung. Dengan menaikkan target pengiriman smartphone menjadi 110 juta unit, Xiaomi menunjukkan keyakinannya bahwa pasar mulai bergerak ke arah yang lebih positif.
Jika tren pemulihan pasokan dan permintaan terus berlanjut, perusahaan berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen smartphone terbesar di dunia.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan) xiaomi


