SINGAPURA: Pada acara Think Singapore 2026, IBM menegaskan kembali komitmen globalnya untuk mempercepat pengetahuan AI dan menggunakan teknologi gratis untuk mendukung ketahanan kota-kota berkembang terhadap perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sesi media eksklusif, Justina Nixon-Sentiel, wakil presiden tanggung jawab sosial perusahaan dan chief impact officer di IBM, menjelaskan strategi global perusahaan dalam memperluas akses terhadap pendidikan teknologi dan menciptakan solusi dengan dampak sosial yang terukur.
IBM telah menetapkan tujuan besar untuk memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan kepada 30 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2030. Upaya ini dicapai melalui platform IBM SkillsBuild yang memberikan akses gratis di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan analisis data, lengkap dengan sertifikasi untuk membuka peluang kerja baru.
“Kesadaran akan seberapa cepat AI mengubah tempat kerja masih menghadapi kesenjangan yang signifikan,” kata Justina. “Pekerja saat ini diminta tidak hanya memahami dasar-dasar teknologi, namun juga mampu menunjukkan kemampuan menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas dan nilai bisnis.”
Di kawasan Asia Tenggara, IBM menerapkan komitmen ini melalui kemitraan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Di Malaysia, IBM mengumumkan kerja samanya dengan inisiatif BGPG dan dukungan Kementerian Digital Malaysia.
Program ini bertujuan untuk melatih keterampilan kecerdasan buatan bagi 41.000 peserta pada akhir tahun, termasuk siswa sekolah menengah atas dan pendidikan kejuruan (TVET). Inisiatif ini dirancang tidak hanya untuk memberikan materi pelatihan gratis, namun untuk menghubungkan peserta secara langsung dengan peluang kerja nyata untuk mendorong mobilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Sementara di Indonesia, IBM telah menyelesaikan proyek percontohan IBM Impact Accelerator bersama Yayasan Kota Kita dan pemerintah daerah di Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek pro bono senilai $2 juta hingga $3 juta ini, yang akan berjalan selama dua tahun, menggunakan platform AI IBM, termasuk Watsonx, untuk membantu menganalisis perencanaan kota.
Samarinda dipilih karena karakteristiknya sebagai kota strategis yang berkembang pesat namun menghadapi tantangan lingkungan yang nyata, seperti risiko banjir dan cuaca buruk. Dengan mengintegrasikan data lingkungan, data historis, dan data sosial ekonomi di seluruh lembaga pemerintah, platform ini dapat memprediksi dampak perubahan iklim, memetakan risiko suhu ekstrem (tekanan panas), dan memperkirakan pola migrasi penduduk.
Justina mengatakan, platform AI berbasis data tersebut kini telah diuji dan siap sepenuhnya untuk dikirimkan ke Pemerintah Kota Samarinda. Karena memiliki arsitektur modular dan terintegrasi, platform ini juga dirancang agar dapat disesuaikan dan dapat diterapkan di kota lain dan sektor lain seperti layanan kesehatan.
Menanggapi kebutuhan tenaga kerja di masa depan, Justina menekankan pentingnya menyeimbangkan kemampuan teknis dan soft skill. Secara teknis, setiap orang perlu memahami prinsip dasar AI yang bertanggung jawab, menggunakan rekayasa tangkas, dan mampu membangun agen AI yang otonom untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.
Namun di sisi lain, kehadiran kecerdasan buatan justru meningkatkan nilai soft skill. Kemampuan memahami konteks bisnis, berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan mengambil keputusan kini menjadi pembeda utama dalam dunia profesional.
IBM memperkirakan tantangan transformasi digital dan ketahanan iklim yang dihadapi negara-negara Asia Tenggara serupa dengan tantangan yang dihadapi wilayah lain di dunia. Kunci keberhasilan transformasi ini terletak pada kemitraan yang erat antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi nirlaba untuk memastikan bahwa inovasi teknologi mempunyai dampak komprehensif di seluruh lapisan masyarakat.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan)IBM


