JAKARTA: Samsung Electronics resmi memperkenalkan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 sebagai jam tangan pintar premium generasi terbaru yang mengutamakan pemantauan kesehatan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kedua perangkat dirancang untuk memberikan wawasan kesehatan yang lebih personal melalui pemantauan biometrik berkelanjutan, sekaligus menawarkan peningkatan kinerja, masa pakai baterai, dan kenyamanan penggunaan.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih proaktif. Kedua jam tangan pintar tersebut dibekali platform Snapdragon Wear Elite, baterai terbesar yang pernah digunakan di seri Galaxy Watch, serta layar dengan tingkat kecerahan tertinggi di keluarga perangkat ini.
Samsung ingin memfasilitasi transisi dari layanan kesehatan reaktif ke layanan kesehatan preventif melalui perangkat yang digunakan sehari-hari, kata CEO, President dan Head of Device Experience (DX) di Samsung Electronics, TM Roh.
Menurutnya, Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 merupakan langkah besar dalam mewujudkan visi Samsung di bidang kesehatan karena mampu mengubah berbagai indikator kesehatan harian menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti sekaligus memberikan notifikasi tepat waktu.
Galaxy Watch Ultra2 menduduki peringkat sebagai jam tangan pintar paling kuat yang pernah dibuat Samsung. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang aktif berolahraga atau melakukan aktivitas ekstrem di luar ruangan yang membutuhkan daya tahan tinggi, pelacakan akurat, dan pemantauan kesehatan berkelanjutan.
Samsung menawarkan fitur Trail Run yang mampu melacak ketinggian, kemajuan pendakian, dan kondisi medan secara lebih detail. Data ini membantu pengguna mengatur ritme berlari sekaligus mengurangi risiko cedera.
Perangkat ini juga memiliki fitur peringatan nutrisi yang memberikan panduan hidrasi secara real-time berdasarkan perkiraan kehilangan cairan tubuh melalui keringat. Fitur ini melengkapi fitur “Sweat Loss” yang sudah tersedia sebelumnya.
Untuk aktivitas menyelam, Galaxy Watch Ultra2 bersertifikat IP69K, 10 ATM, dan EN13319. Jam tangan pintar ini secara otomatis dapat merekam data penyelaman seperti kedalaman, durasi, dan suhu air.
Samsung juga mengumumkan aplikasi Ultra2 Diving bekerja sama dengan Mares, yang akan tersedia pada akhir tahun 2026 untuk menyediakan fitur-fitur canggih seperti pemantauan kecepatan naik turun dan batas menyelam yang aman.
Dari segi hardware, Galaxy Watch Ultra2 menggunakan baterai berkapasitas 800 mAh, meningkat 35% dibandingkan generasi sebelumnya. Layarnya mampu mencapai tingkat kecerahan hingga 5.000 nits, sedangkan desain internal baru berarti mengurangi ketebalan perangkat sekitar 12% dibandingkan pendahulunya.
Sedangkan Galaxy Watch9 menyasar pengguna yang ingin membangun kebiasaan hidup sehat dengan memantau aktivitas dan kualitas tidur setiap hari. Samsung menyebut jam tangan pintar ini mampu mengubah berbagai indikator vital menjadi rekomendasi kesehatan yang mudah dipahami.

Perangkat ini menggunakan bodi alumunium dengan desain bantalan yang ditingkatkan agar lebih nyaman digunakan sepanjang hari. Samsung Galaxy Watch9 juga mendukung beragam pilihan strap baru dengan bahan yang lebih lembut dan ringan.
Dari segi spesifikasi, Galaxy Watch9 ditenagai platform Snapdragon Wear Elite, menggunakan baterai 390mAh pada model 40mm dan 445mAh pada model 44mm, serta memiliki layar Super AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits.
Samsung juga memperkenalkan sejumlah fitur kesehatan berbasis AI yang tersedia di Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9. Sensor BioActive akan terus mengumpulkan data biometrik pengguna sebelum mengolahnya menjadi rekomendasi kesehatan yang lebih personal.
Beberapa fitur baru yang diperkenalkan antara lain sleep apnea, vitals, skor kesehatan jantung, beban jantung harian, indeks kebugaran, dan pendengaran. Sebagai informasi, software sleep apnea menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk memberikan wawasan tentang gangguan pernapasan saat tidur.
Sementara itu, Vitals diperkenalkan untuk memantau status kesehatan dasar pengguna saat tidur dan memberikan notifikasi jika terjadi perubahan besar, sedangkan Heart Health Score merupakan skor kesehatan jantung yang dilengkapi dengan rekomendasi gaya hidup.
Fitur Daily Cardio Load mampu memberikan panduan volume latihan dan perkiraan waktu pemulihan, sedangkan Fitness Index memberikan gambaran tingkat kebugaran berdasarkan berbagai indikator aktivitas.
Selain itu, alat bantu dengar juga ditawarkan untuk membantu melindungi kesehatan pendengaran dengan memantau tingkat kebisingan di sekitar pengguna. Samsung menyatakan seluruh fitur tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan preventif berdasarkan kombinasi data aktivitas sehari-hari dan hasil penelitian klinis.
Samsung juga memperkenalkan satu set tali baru untuk kedua jam tangan pintar tersebut. Galaxy Watch Ultra2 memiliki pilihan Marine Band, PeakForm Band, dan Trail Band yang dirancang untuk aktivitas luar ruangan dan penggunaan profesional.
Sementara Galaxy Watch9 tersedia dengan Sport Strap, Fuzzy Strap, dan Fabric Strap untuk penggunaan sehari-hari dan saat tidur. Sebagai pelengkap, Samsung menawarkan layanan Samsung Care+ termasuk perlindungan kerusakan yang tidak disengaja dan perpanjangan garansi, serta akses ke fitur diagnostik dan dukungan teknis.
Pengguna juga mendapatkan tawaran uji coba Strava Premium selama 60 hari dan iFIT selama dua bulan di negara yang memenuhi syarat. Samsung menawarkan Galaxy Watch Ultra2 47mm dalam pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Grey.
Sedangkan Galaxy Watch9 hadir dalam ukuran 40mm dan 44mm. Model 40mm tersedia dalam warna Cream dan Graphite, sedangkan model 44mm tersedia dalam warna Graphite dan Silver. Samsung menyatakan Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9 akan tersedia secara pre-order di pasar tertentu mulai 22 Juli, sedangkan penjualan perdana dijadwalkan berlangsung mulai 7 Agustus.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan) jam tangan samsung


