JAKARTA: Google memperluas akses ke Gemini Spark, agen kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya hanya tersedia untuk pelanggan paket AI Ultra dengan harga US$200 (Rs 3,6 juta) per bulan. Kini, fitur tersebut juga bisa digunakan oleh pelanggan paket Google AI Ultra seharga USD 100 (Rs 1,8 lakh) per bulan.
Dengan cara ini, lebih banyak pengguna dapat memanfaatkan kemampuan AI untuk melakukan berbagai tugas secara otomatis. Gemini Spark pertama kali diperkenalkan di Google I/O 2026 sebagai agen kecerdasan buatan yang dirancang untuk bekerja secara proaktif 24 jam sehari.
Berbeda dari chatbot tradisional yang hanya merespons perintah, Gemini Spark mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas di seluruh layanan Google, seperti Gmail, Kalender, Docs, dan layanan terhubung lainnya, berdasarkan arahan yang diberikan pengguna.
Saat diumumkan, Google mengatakan Gemini Spark hanya tersedia sebagai program beta untuk pelanggan AI Ultra di AS. Saat itu, akses tersebut terikat dengan paket AI Ultra termahal, US$200 (Rs 3,6 juta) per bulan.
Namun kebijakan ini kini telah berubah sehingga pelanggan AI Ultra senilai USD 100 (Rs 1,8 lakh) per bulan juga akan memiliki akses ke fitur yang sama. Google menggambarkan Gemini Spark sebagai agen kecerdasan buatan yang dapat membantu mengelola berbagai aktivitas digital secara berkelanjutan.
Fitur ini dirancang untuk mengambil alih tugas yang berulang, sehingga pengguna tidak harus terus-menerus memberikan instruksi satu demi satu. Misalnya, Gemini Spark dapat membantu mengatur jadwal, merangkum informasi dari berbagai layanan Google, menghubungkan data antar produk Google, dan melakukan tindakan tertentu atas nama pengguna setelah mendapatkan izin yang sesuai.

Google menekankan bahwa semua tindakan tetap berada di bawah kendali pengguna. Konsep ini merupakan bagian dari strategi Google untuk menghadirkan AI yang lebih efisien, yakni kemampuan memahami konteks dan menyelesaikan serangkaian tugas secara lebih mandiri dibandingkan chatbot generatif biasa.
Perluasan akses Gemini Spark menjadi nilai tambah bagi pelanggan AI Ultra sebesar USD 100 (Rs 1,8 lakh) per bulan. Sebelumnya, fitur ini menjadi salah satu pembeda utama dari paket AI Ultra termahal yang dibanderol dengan harga USD 200 (Rs 3,6 lakh) per bulan.
Dengan perubahan ini, pelanggan paket US$100 (Rs. 1,8 lakh) kini mendapatkan salah satu fitur AI tercanggih Google tanpa harus berlangganan paket tertinggi. Langkah ini diharapkan membuat layanan AI premium Google lebih menarik bagi pembuat konten, profesional, dan pengguna yang perlu mengotomatiskan pekerjaan sehari-hari.
Meski demikian, Google masih menyimpan sejumlah keuntungan eksklusif lainnya pada paket AI Ultra USD200 (Rs 3,6 juta) per bulan, sehingga masih terdapat perbedaan antara kedua tingkatan berlangganan tersebut dari segi fitur dan kapasitas penggunaan.
Keputusan untuk memperluas akses ke Gemini Spark terjadi saat Google terus meningkatkan rangkaian layanan AI-nya. Baru-baru ini, Google juga memperkenalkan model Gemini yang lebih cepat dan efisien untuk memenuhi berbagai kebutuhan, sembari tetap mempersiapkan model andalan Gemini 3.5 Pro yang masih dalam tahap pengujian.
Google semakin menekankan keseimbangan antara kemampuan AI tingkat lanjut dan biaya penggunaan. Selain meningkatkan efisiensi model AI-nya, perusahaan juga memperluas akses ke fitur-fitur premium untuk menjangkau lebih banyak pelanggan berbayar.
Perubahan ini juga menunjukkan bahwa Google mulai memposisikan agen AI sebagai salah satu layanan utama di ekosistem Gemini. Gemini Spark tidak lagi sekedar chatbot untuk menjawab pertanyaan, namun diposisikan sebagai asisten digital yang mampu membantu pengguna secara proaktif menyelesaikan pekerjaan di berbagai aplikasi Google.
Sejauh ini, Google belum mengumumkan ketersediaan Gemini Spark di luar Amerika Serikat. Fitur ini masih diluncurkan secara bertahap sebagai bagian dari program beta kepada pelanggan Google AI Ultra yang memenuhi syarat.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)


