
Agence France-Presse
Pemain tunggal putra Taiwan Zhou Tianqin berdiri di podium setelah mengalahkan petenis Prancis Toma Junior Popov di final China Open 2026 di Changzhou, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 26 Juli 2026.
BOLASPORT.COM – Gelar China Open 2026 mengukuhkan keberlangsungan karir tunggal putra veteran Taiwan Zhou Tian-chen. Ketekunan dalam menjaga kebugaran jasmani meski terserang kanker adalah kuncinya.
“Perasaan yang luar biasa,” kata Zhou Tianzhen usai menjadi juara China Open 2026, Minggu (26/7/2026) di Changzhou, China.
Zhou Tianqin menjadi juara setelah mengalahkan kuda hitam Toma Junior Popov (Prancis) di final dengan skor 21-15, 7-21, 21-13.
Gelar juara di ajang termahal BWF World Tour Super 1000 tidak diraih unggulan keenam Zhou dengan kemampuan terbaiknya.
Pasalnya, sejak babak kedua ia sudah menyingkirkan pemain-pemain terbaiknya: pemain 10 besar dunia Kodai Naraoka, unggulan teratas Shi Yuqi, dan juara All England Lin Chun-yi.
“Saya tidak menyangka bisa bermain di final, apalagi menang. Saya sangat bersyukur.
“Bersaing di usia sebesar ini tidaklah mudah,” kata pemain yang sudah tampil di sepak bola internasional sejak 2007 itu. “Saya bersyukur bisa melakukan hal tersebut.”
Baca Juga: Rangkuman China Open 2026 – Total Hadiah Fajr/Fakri Usai Rebut Indonesia Gelar Super 1000
Zhou Tianqin berusia 36 tahun pada 8 Januari 1990.
Seperti diberitakan BWFZhou memecahkan rekor sebagai juara tertua di ajang Super 1000, turnamen terbuka level tertinggi dalam bulu tangkis.
Saat naik ke puncak podium kemarin, Zhou berusia 36 tahun 200 hari.
(Tag untuk terjemahan)Cristiano Ronaldo

