JAKARTA: Telkomsel memperluas langkah transformasi digital di sektor enterprise melalui kerja sama dengan China Telecom Global Limited (CTG).
Dengan penandatanganan MoU tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan solusi digital terintegrasi berbasis jaringan 5G, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT) dan layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mendukung berbagai sektor industri di Indonesia.
Kolaborasi yang diumumkan pada Mobile World Congress (MWC) di Shanghai ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan teknologi yang dapat memenuhi kebutuhan digitalisasi industri.
Penggunaan kecerdasan buatan, Internet of Things dan konektivitas berkecepatan tinggi semakin penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas dan keselamatan kerja di berbagai sektor.
Telkomsel dan China Telecom mengeksplorasi solusi AI, IoT, dan 5G untuk industri

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan komunikasi yang berbeda-beda di setiap wilayah. Kawasan industri, pelabuhan, pertambangan, bahkan lokasi terpencil memerlukan jaringan yang tidak hanya berskala besar, namun juga berlatensi rendah dan mampu mendukung pemrosesan data secara real-time.
Melalui kerja sama ini, China Telecom Global akan menawarkan keahlian dan kemampuan teknologinya di bidang kecerdasan buatan, Internet of Things, dan layanan ICT. Sedangkan Telkomsel berperan dalam menyediakan infrastruktur jaringan dan saluran distribusi serta memahami kebutuhan pelanggan enterprise di Indonesia.
Kedua perusahaan juga akan menjajaki solusi berbasis SIM untuk perangkat AI dan IoT, termasuk memanfaatkan konektivitas 5G dan LTE di berbagai sektor industri.
Kwok Wai Kiat, Vice President Enterprise Product Management and Development Telkomsel, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan teknologi yang dapat memberikan dampak nyata bagi dunia bisnis.
“Bagi Telkomsel, transformasi digital adalah menghadirkan teknologi dan memberikan dampak yang berarti bagi dunia usaha dan berbagai sektor industri di Indonesia,” ujarnya.
“MoU dengan CTG ini merupakan langkah penting bagi Telkomsel dalam mendorong pengembangan solusi berbasis 5G, AI, IoT dan ICT yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri di Indonesia, sekaligus memberikan inovasi yang berdampak nyata yang membuka peluang pertumbuhan baru, dan membantu membentuk fase selanjutnya dari transformasi digital dan industri Indonesia,” kata Kwok Wai Kiat.
Ia menambahkan, Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai mitra transformasi digital dengan membantu pelanggan korporasi mengadopsi teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan strategis dan operasional.
Telkomsel memperluas penerapan penambangan 5G hingga mencakup manufaktur
Kerja sama dengan China Telecom Global didasarkan pada pengalaman Telkomsel dalam menyediakan berbagai aplikasi solusi digital berbasis 5G di Indonesia.
Salah satu aplikasinya adalah penambangan bawah tanah pintar 5G dengan Freeport Indonesia, yang memungkinkan pemantauan jarak jauh dan operasi penambangan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, dan keselamatan pekerja.
Selain sektor pertambangan, Telkomsel juga telah mengembangkan jaringan 5G pribadi untuk kawasan industri di Halmahera, mendukung smart manufacturing bersama Toyota Indonesia dan Pegaunihan Technology Indonesia, serta menyediakan solusi smart storage dan smart port. Beragam aplikasi ini dirancang untuk membantu perusahaan memantau aset secara real-time, meningkatkan akurasi operasional, mempercepat proses bisnis, dan meningkatkan keamanan di lapangan.
Carrier Business China Telecom Global Vice President Lu Faming memperkirakan kerja sama ini akan menggabungkan kekuatan kedua perusahaan untuk memberikan solusi yang lebih relevan dengan kebutuhan industri Indonesia.
“Dengan memadukan kemampuan teknologi CTG di bidang layanan AI, IoT, dan ICT dengan pemahaman Telkomsel terhadap pasar, infrastruktur, dan kebutuhan pelanggan di Indonesia, kami berharap penjajakan bersama ini akan membuka ruang bagi solusi transformasi digital yang lebih relevan, aman, dan berdampak di Indonesia, terutama dalam meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan keselamatan,” jelas Lu Faming.
Kolaborasi ini menunjukkan semakin besarnya fokus industri telekomunikasi terhadap kebutuhan digitalisasi sektor perusahaan.
Dengan menggabungkan layanan konektivitas 5G, kecerdasan buatan, IoT dan ICT, Telkomsel dan China Telecom Global berharap dapat memberikan solusi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, namun juga mendorong lahirnya model bisnis baru yang mendukung daya saing industri Indonesia di era ekonomi digital.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan)Tekomunikasi


