Revan Nurmulki tak akan membesarkan Indonesia di Asian Games 2026, posisi Boy Arnys bisa saja berubah

Revan Nurmulki tak akan membesarkan Indonesia di Asian Games 2026, posisi Boy Arnys bisa saja berubah

BOLASPORT.COM – Hasil tim voli putra Indonesia yang meraih juara ketiga leg kedua SEA V Cup 2026 membuat sang pelatih Rydel Teran mulai membangun gambaran tim jelang Asian Games 2026 yang digelar di Aichi Nagoya, Jepang, pada 19 September hingga 6 Oktober.

“Iya saya harus sampaikan apresiasinya kepada atlet-atlet Indonesia. Mereka memang luar biasa. Saya belum mau bicara banyak lagi, karena semua bisa melihat sendiri kondisi fisik pemainnya yang semakin menurun,” kata Teran kepada awak media seusai pertandingan.

“Sebelum berangkat ke India (Piala AVC) kami hanya menjalani latihan selama lima hari. Sekarang kita lihat hasilnya seperti apa. Semua harus paham, kalau ingin tampil maksimal, perlu waktu persiapan yang lama. Tidak ada yang instan.”

“Setelah tampil di India, kondisi para pemain pasti menurun karena persaingan sangat ketat dan fisik mereka kelelahan. Namun, saya tetap memberikan apresiasi kepada para pemain Indonesia. Saat ini mereka masih mampu bertahan.”

“Ditambah lagi Luffy Vibrian yang baru datang, mereka masih bisa bertahan. Hanya saja kondisinya tidak bisa bertahan lama.”

Pelatih asal Kuba itu menjelaskan, pemainnya, Arnez, Farhan Halim, dan seluruh pemain masih punya kemauan besar.

“Tetapi Anda bisa melihat kondisi fisik mereka dari video pertandingan. Mereka biasanya bermain jauh lebih baik dari itu.”

Jika dilihat secara umum dari putaran pertama hingga putaran kedua SEA V Cup, kendala terbesarnya adalah faktor fisik.

“Sebenarnya sudah terlihat jelas dari semifinal di Filipina,” aku Tuaran. “Dan di final kami masih mampu bertahan. Laga pertama melawan Kamboja kami menang, namun performanya menurun dibandingkan laga yang kami jalani di India.”

“Hal yang sama terjadi saat melawan Filipina. Kami melihat banyak kesalahan yang tidak biasa kami lakukan. Kami terlambat bergerak setelah bola pertama, kami terlambat dalam memblokir, lompatan kami tidak sempurna, dan kami tidak memiliki cukup energi.”

“Dibandingkan pertandingan biasa, misalnya di Proliga, lonjakan tenaga pemain sangat kuat. Pekan ini sudah tidak terlihat lagi. Tenaganya sudah habis.”

(Tag untuk terjemahan)Revan Normulki