BRIN sedang mengembangkan kecerdasan buatan untuk memprediksi badai matahari

BRIN sedang mengembangkan kecerdasan buatan untuk memprediksi badai matahari

JAKARTA: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan terobosan baru dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi badai matahari. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini yang lebih akurat terhadap satelit, sistem komunikasi, dan infrastruktur penting di Bumi.
Badai matahari, yang disebabkan oleh emisi plasma dan medan magnet besar dari Matahari atau coronal mass ejection (CME), dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem navigasi, komunikasi radio, dan bahkan jaringan listrik. Hingga saat ini, model fisika konvensional kesulitan memprediksi waktu tibanya CME, karena harus menembus dinamika angin matahari.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti BRIN memadukan drag-based model (DBM) dengan algoritma Random Forest AI. Model tersebut dilatih menggunakan data historis dari dua siklus aktivitas matahari. Hasilnya, sistem fisika hibrida dan kecerdasan buatan ini mampu memprediksi waktu tempuh CME dengan kesalahan rata-rata sekitar 8,7 jam, lebih akurat dibandingkan model DBM standar.

“Dengan menggunakan pendekatan hibrida ini, kami dapat memberikan peringatan dini secara tepat waktu. Operator satelit dan pengelola infrastruktur penting dapat mengambil langkah proaktif sebelum badai matahari benar-benar terjadi,” jelas Dr. Rorum Priyatikanto, peneliti di BRIN.
Selain itu, BRIN bertujuan untuk mengembangkan kerangka penelitian AI luar angkasa yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini cuaca antariksa. Sistem ini diharapkan mampu berdiri mandiri, fleksibel dan berkelanjutan, sehingga Indonesia tidak hanya mengandalkan data internasional.
Menurut Dr Rorum, langkah ini juga menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat ekosistem penelitian luar angkasa berbasis AI. “Kami ingin Indonesia memiliki sistem peringatan dini cuaca antariksa yang andal, serta menjadi bagian dari kontribusi global dalam memitigasi risiko badai matahari,” ujarnya.
Brain menegaskan, penelitian ini bukan hanya soal prediksi ilmiah. Hal ini juga melindungi infrastruktur penting yang mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(Tag untuk terjemahan)Otak