JAKARTA: Majalah TIME dan Statista menobatkan Schneider Electric sebagai perusahaan paling berkelanjutan di dunia pada tahun 2026. Pencapaian ini menandai tahun ketiga berturut-turut Schneider Electric menduduki peringkat pertama dalam peringkat 5.000 perusahaan terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Penghargaan ini bukan sekedar gelar, melainkan cerminan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mengintegrasikan strategi bisnis dengan pengelolaan lingkungan yang ketat.
Olivier Blum, CEO Schneider Electric, mengatakan: Pengakuan ini merupakan suatu kehormatan besar, terutama di saat peran energi menjadi semakin penting dalam mendorong pertumbuhan dan daya saing.
Dia menekankan bahwa kecerdasan energi adalah kunci efisiensi dan dekarbonisasi bagi pelanggannya dengan menciptakan manfaat jangka panjang sekaligus mengurangi emisi. Keyakinan inilah yang mendorong Schneider Electric terus melakukan inovasi di bidang ketenagalistrikan, efisiensi, dan transformasi digital.
Keberhasilan tahun ini bertepatan dengan peluncuran peta jalan keberlanjutan baru bertajuk Impact 2030. Inisiatif ini berfokus pada empat pilar utama: mendorong elektrifikasi global, mentransformasi industri, mengeksplorasi potensi sumber daya manusia, dan memberdayakan masyarakat lokal.
Transparansi adalah prioritas utama bagi perusahaan, dan kemajuan dalam keberlanjutan dipantau secara ketat setiap triwulan untuk memastikan akuntabilitas di semua tingkatan.
Data operasional pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan hasil yang sangat mengesankan, dengan perusahaan mencatat penurunan emisi CO2 Scope 1 dan 2 hingga 82,5% dibandingkan base tahun 2017.
Selain itu, Schneider Electric mampu menghemat atau mengelistriki 47,5 juta megawatt-jam energi pelanggan dan menghindari 20 juta ton emisi karbon dioksida hanya dalam satu kuartal. Di sisi inovasi sirkular, hingga 14% produk yang masih dalam tahap desain kini mengedepankan aspek keberlanjutan yang tinggi.
Schneider Electric juga memperkuat kolaborasi dengan melibatkan lebih dari 1.100 pemasok dalam inisiatif Jalur Nol Karbon untuk memperluas tanggung jawab terhadap iklim di seluruh rantai nilai. Di tingkat masyarakat, dampaknya dirasakan dengan memberikan akses listrik berkelanjutan kepada lebih dari 2,8 juta orang.
Program pelatihan teknis di sektor energi juga memberikan keterampilan baru kepada sekitar 113.000 orang selama kuartal ini, sehingga total penerima manfaat menjadi lebih dari 1,2 juta orang sejak tahun 2009.
Esther Vendori, Chief Sustainability Officer, menegaskan pencapaian ini semakin memperkuat keyakinan perusahaan untuk terus mempercepat pengembangan dampak positif di setiap kuartal mendatang.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan) Schneider Electric

