Mallot United fokus membangun akademi untuk melahirkan bakat-bakat sepak bola

Mallot United fokus membangun akademi untuk melahirkan bakat-bakat sepak bola

Ambon (ANTA) – Malut United fokus mengembangkan Akademi Merah Putih sebagai upaya mencetak talenta-talenta sepak bola usia dini di Maluku dan Maluku Utara agar mampu bersaing di tingkat internasional.

“Di Maluku Utara kita fokus ke Akademi Merah Putih. Kita harus memilih antara akademi atau Liga 1. Regulasi Liga 1 sangat dinamis, misalnya musim ini jumlah pemain asing bisa mencapai 11 orang. Kondisi ini juga berkaitan dengan kesiapan fasilitas pendukung seperti rumah sakit internasional, sekolah internasional dan lain-lain,” kata Presiden Mallot United Sofiane Lestaloho, saat dihubungi dari Ambon, Kamis.

Ia mengatakan, melihat dinamika sepak bola Indonesia saat ini, ECD merupakan pilihan yang strategis karena sejalan dengan visi pemilik Mallot United, David Glenn, yang memposisikan sepak bola sebagai sarana untuk memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Untuk itu, pihaknya pun menegaskan, pergantian nama dan markas Malut United untuk berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia merupakan langkah strategis yang patut dipilih manajemen demi kemajuan sepak bola nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Sofiane, keberadaan akademi tidak hanya bertujuan untuk mencetak pemain profesional, tetapi juga membuka akses pelatihan bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi.

“Tujuan utama kami di sepak bola adalah sosialisasi, dan akademi tempatnya. Liga pertama hanya bonus. Harapan kami, anak-anak maluku dan maluku utara suatu hari nanti bisa bermain di klub-klub top Eropa,” ujarnya.

Kolaborasi Malot United dan Benfica kembangkan Akademi Merah Putih untuk melahirkan talenta-talenta muda berbakat (Servisenta/HO-Malot United)

Baca Juga: Malut United Gandeng SL Benfica Bangun Akademi Sepak Bola Anak Usia Dini

Dijelaskannya, Akademi Merah Putih mengutamakan anak-anak yatim piatu dan keluarga tidak mampu agar berkesempatan mendapatkan pelatihan sepak bola bertaraf internasional.

Akademi Merah Putih sendiri merupakan hasil kerjasama Mallot United dengan klub Portugal Benfica yang diresmikan di Ternate pada 16 Mei 2026. Program tersebut mengadopsi kurikulum dan metodologi kepelatihan Benfica dalam mengembangkan kemampuan teknis, fisik, dan personal pemain muda.

Program pelatihan ini dirancang untuk berlangsung selama lima tahun dengan fokus menarik anak-anak berusia 7 hingga 9 tahun dari berbagai daerah di Indonesia bagian timur.

Untuk menjamin kualitas latihan, Benfica mengirimkan pelatih dari akademi ke Indonesia untuk membantu proses latihan sekaligus memastikan standar internasional yang diterapkan sesuai dengan sistem yang diterapkan klub.

Sufyan meyakini investasi pembinaan anak usia dini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan sepak bola nasional, serta membuka peluang lahirnya pesepakbola asal Maluku dan Maluku Utara yang mampu menembus kompetisi elite Eropa.

Di sisi lain, terkait perkembangan klub, Lestaloho mengatakan perubahan identitas Malut United masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan setelah selesainya seluruh proses administrasi di Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Saat ini Malut United dikabarkan akan berganti nama dan home base menjadi Jawa Tengah.

Nama barunya masih dalam tahap finalisasi. Kami akan pindahkan setelah seluruh proses di PSSI selesai. Yang terpenting, kami bersyukur mendapat respon positif dari berbagai elemen sepak bola di Jawa Tengah, khususnya suporter di Semarang, ujarnya.

Baca Juga: Mallot United Terdampak Kebugaran Sang Pemain dan Gagal Menang Lawan Arima

Reporter: Puisi Didi Al-Assad Abdel Aziz
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.