Houston (Servisenta) – Pelatih Maroko Mohamed Wehbe, Sabtu (4/7) waktu setempat atau Minggu (5/7) WIB, mengatakan timnya bukan lagi kejutan, melainkan pesaing nyata Piala Dunia setelah mengalahkan Kanada 3-0 untuk lolos ke perempat final.
“Saat orang berbicara tentang Maroko sekarang, mereka berbicara tentang negara adidaya sepakbola,” kata Wehbe dalam konferensi pers.
“Ini suatu kebanggaan besar, tapi menurut saya ini baru permulaan. Kami ingin melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Kanada tampil lebih agresif di babak pertama. Tim terus memberikan tekanan kepada Maroko, memaksanya melakukan sejumlah kesalahan tak lazim dan melancarkan serangan cepat setiap kali menguasai bola.
Namun Maroko menunjukkan kualitasnya di babak kedua, Azzedine Ounahi mencetak dua gol sebelum Sofiane Rahimi menambah satu gol lagi di menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan tim berjuluk Atlas Lions.
Wehbe menyebut perubahan taktik di babak kedua menjadi kunci kemenangan timnya. Ia berkata: “Kami bermain lebih baik di babak kedua. Sebelumnya mereka masih bermain intens, namun performa mereka tidak sebaik sebelumnya. Kami mampu mengontrol permainan dengan lebih baik. Kami mencoba melakukan umpan ke ruang di belakang garis pertahanan mereka, dan ini memaksa mereka untuk bertahan sambil menghadapi gawang mereka. Strategi ini berhasil dengan baik bagi kami.”
Meski menang 3-0, Wehbe memperkirakan akan ada perlawanan kuat dari salah satu negara tuan rumah turnamen tersebut. “Saya menduga ini akan menjadi pertandingan terberat kami, dan ternyata benar. Saya benar-benar mengira tim ini akan menyulitkan kami. Skor 3-0 di babak 16 besar jarang terjadi.”
Hasil ini membuat Maroko lolos ke babak perempat final untuk kedua kalinya berturut-turut setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai babak semifinal pada edisi 2022.
Maroko akan lolos ke babak perempat final pada Kamis (9/7) waktu setempat di Stadion Boston untuk menghadapi Prancis yang mengalahkan Paraguay.
Wehbe berkata, “Kami tidak ingin berhenti. Kami akan mempertahankan ambisi dan kepercayaan diri yang sama. Kami ingin mencapai final.”
“Ini bukan untuk membalas dendam pada lawan mana pun. Kami hanya ingin melangkah sejauh yang kami bisa dan membuat bangga rakyat kami,” ujarnya.
Wartawan: Xinhua
Redaktur: Santoso
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


