Sebagai pelatih Milan, Amorim berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang terjadi di Manchester United

Sebagai pelatih Milan, Amorim berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang terjadi di Manchester United

Jakarta (Servisenta) – Ruben Amorim resmi menjabat sebagai pelatih Milan setelah diperkenalkan ke klub tersebut pada Rabu (7/8) dan berjanji akan belajar banyak agar tidak mengulangi kesalahan yang dilakukannya saat melatih Manchester United.

Amorim menggantikan Massimiliano Allegri yang berniat membangun kembali Rossoneri.

“Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik karena saya telah memperoleh pengalaman,” kata Amorim kepada situs sepak bola Italia.

Amorim meyakini pengalaman, termasuk kegagalan dan kesalahan yang dialaminya, menjadikannya pelatih yang lebih matang.

Ia optimis Milan akan mencapai perkembangan melalui proyek baru yang disiapkan klub ini.

Baca Juga: Napoli Tunjuk Massimiliano Allegri Sebagai Pelatih Hingga 2029

Pria berusia 41 tahun itu juga menekankan tujuan utama membangun tim yang memainkan sepak bola berkualitas dan menang secara konsisten.

Menurutnya, Rossoneri harusnya menguasai pertandingan meski Liga Italia terkenal sangat kompetitif.

Selain fokus pada filosofi permainan, Amorim ingin membangun hubungan yang kuat dengan para pemain dan staf pelatih.

Ia berjanji akan segera belajar bahasa Italia sebagai bentuk rasa hormatnya kepada fans dan lingkungan barunya di Milan.

Pada bursa transfer, Amorim memastikan Milan akan terus mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhannya. Ia secara khusus memuji kualitas striker Goncalo Ramos yang baru tiba dari Paris Saint-Germain.

Amorim pun berharap Luka Modric tetap bertahan di San Siro dan menganggap Christian Pulisic merupakan faktor penting bagi Rossoneri musim depan.

Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Bek Italia Marco Palestra, Datang dari Atalanta

Reporter: Hendry Sukma Indrawan
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.