JAKARTA: Apple kembali mendapat tekanan dari regulator UE terkait kebijakan ekosistem tertutup yang menjadi salah satu keunggulan produknya. Kali ini, tekanannya terkait dengan fitur pemasangan cepat AirPods.
Sekadar informasi, fitur ini memungkinkan aksesori Apple terhubung langsung ke perangkat lain di ekosistem perusahaan. kutipan Tren digitalUE kemungkinan akan mewajibkan Apple untuk membuka teknologi ini ke Meta melalui peraturan Digital Markets Act (DMA).
Jika aturan ini diterapkan, perangkat Meta yang dapat dikenakan seperti kacamata pintar Ray-Ban Meta dan headphone Meta Quest dapat memanfaatkan pengalaman konektivitas yang eksklusif untuk perangkat Apple.
Saat ini, AirPods menawarkan pengalaman koneksi yang sangat lancar melalui teknologi Proximity Pairing. Setelah pengguna memasangkan AirPods dengan satu perangkat Apple, aksesori tersebut secara otomatis tersedia di perangkat Apple lain menggunakan akun iCloud yang sama.
Pengguna tidak perlu melakukan proses instalasi ulang setiap kali berpindah dari iPhone ke iPad atau Mac. Kenyamanan tersebut menjadi salah satu daya tarik ekosistem Apple karena menciptakan pengalaman pengguna yang praktis dan terintegrasi.
Namun, Meta menginginkan kemampuan serupa untuk perangkat wearable-nya saat digunakan dengan iPhone. Perusahaan dilaporkan telah mengajukan permintaan interoperabilitas kepada Apple agar teknologi tersebut juga dapat digunakan oleh produk Meta, termasuk Ray-Ban Meta dan Meta Quest.
Permohonan tersebut diajukan berdasarkan mekanisme yang tersedia dalam UU Pasar Digital. Jika disetujui regulator, pengguna yang memasangkan perangkat Meta dengan iPhone nantinya bisa menikmati proses sinkronisasi otomatis dengan perangkat Apple lainnya, seperti iPad, tanpa harus melakukan konfigurasi ulang.
Apple dikatakan sedang mengembangkan dukungan teknis untuk memenuhi beberapa komitmen tersebut. Laporan mengatakan perusahaan sedang membangun aplikasi berdasarkan AccessoriesSetupKit dan Proximity Pairing yang dijadwalkan untuk diluncurkan di UE pada musim semi 2027 sebagai bagian dari kepatuhan DMA.
Namun, Apple disebut belum sepenuhnya setuju dengan komitmen tersebut. Sekadar informasi, Apple menilai pembukaan akses teknologi internal berpotensi mengurangi privasi dan perlindungan keamanan pengguna.
Apple telah berulang kali mengatakan bahwa kewajiban interoperabilitas dalam Undang-Undang Pasar Digital dapat memaksa perusahaan untuk berbagi teknologi yang dirancang khusus untuk menjaga keamanan ekosistemnya.
Menurut Apple, langkah ini berisiko membuka kerentanan baru jika diterapkan tanpa perlindungan yang memadai. Di sisi lain, regulator UE mempunyai sudut pandang berbeda. Melalui Undang-Undang Pasar Digital, UE berupaya mendorong persaingan yang sehat di pasar digital dengan mengurangi dominasi perusahaan teknologi besar atau gatekeeper.
Salah satu prinsip inti regulasi adalah meningkatkan interoperabilitas sehingga perangkat dan layanan dari berbagai perusahaan dapat bekerja sama dengan lebih mudah. Apple adalah salah satu perusahaan yang ditunjuk sebagai penjaga gerbang di bawah DMA bersama dengan Meta, Alphabet, Amazon, Microsoft, dan ByteDance.
Status tersebut berarti Apple harus membuat sejumlah komitmen baru terkait keterbukaan dan aksesibilitas platform kepada pengembang dan produsen perangkat lainnya. Belum lama ini, Apple juga kalah dalam gugatan penerapan Digital Markets Act di pengadilan Uni Eropa.
Keputusan ini memperkuat posisi regulator dalam menegakkan berbagai kewajiban yang dibebankan kepada perusahaan teknologi besar, termasuk terkait interoperabilitas. Apple masih memiliki peluang untuk mengajukan banding atas beberapa aspek hukum, namun keputusan tersebut memperkuat tren kebijakan UE yang membuka ekosistem digital agar lebih kompetitif.
Jika implementasi ini benar-benar terealisasi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Meta, tetapi juga oleh produsen aksesori lain yang memiliki akses lebih luas terhadap fitur-fitur eksklusif Apple. Bagi konsumen UE, perubahan ini dapat memberikan pengalaman yang lebih praktis dengan perangkat lintas merek tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ekosistem Apple.
Namun, sejauh ini belum ada kepastian apakah Apple akan membuka seluruh kemampuan pairing AirPods atau hanya menyediakan fungsi tertentu sesuai persyaratan minimum yang disyaratkan regulator.
Diperkirakan perkembangan implementasi ini akan terus bergantung pada proses diskusi lebih lanjut antara Apple dan Komisi Eropa.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)Apple

