Xabi Alonso mengungkap alasan dirinya memilih melatih Chelsea ketimbang Liverpool

Xabi Alonso mengungkap alasan dirinya memilih melatih Chelsea ketimbang Liverpool

Jakarta (Miraj) – Pelatih Chelsea

“Ini soal momentum,” kata Alonso saat menjalani hari pertamanya di Stamford Bridge, seperti dikutip BBC Sport di Jakarta, Selasa.

Pelatih asal Spanyol itu ditunjuk sebagai pelatih baru The Blues pada Mei dan memimpin sesi latihan pertamanya bersama Chelsea pekan lalu.

Keputusan Alonso menyita perhatian para pecinta sepak bola karena Liverpool memecat pelatih mereka, Arne Slott, hanya dua minggu setelah kedatangannya di Stamford Bridge.

Mantan gelandang yang bermain untuk Liverpool selama lima musim antara 2004 dan 2009 ini menegaskan bahwa ia menantikan tantangan besar bersama Chelsea, yang ia anggap sebagai salah satu klub terbesar di dunia.

Sebelum tiba di London, nama Alonso sempat santer dikaitkan dengan kursi kepelatihan Liverpool pada 2024 pasca kepergian Jurgen Klopp, dan kembali muncul tahun ini ketika seruan pemecatan Slot kian menguat.

Baca Juga: Xabi Alonso Ingin Enzo Fernandes Bertahan di Chelsea

Beberapa pihak pun menyoroti keberhasilannya memaksimalkan penampilan duet Liverpool saat ini, Florian Wirtz dan Jeremy Frimpong, saat keduanya masih bermain di bawah asuhannya di Bayer Leverkusen.

Namun, Alonso akhirnya memilih usulan Chelsea dan diberi posisi direktur teknik, gelar yang memberinya otoritas lebih besar dibandingkan peran pelatih kepala yang dipegang pendahulunya.

“Yang saya suka adalah kami bekerja sama dan kami semua adalah bagian dari keputusan yang diambil, dan kami semua merasa bertanggung jawab atas keputusan tersebut,” kata Alonso.

Ia menambahkan, tujuan akhir klub sangat jelas dan ia yakin Chelsea punya potensi dan basis tim yang kuat untuk meraih kesuksesan.

“Kami perlu memperkuat tim dengan cara yang benar dan mengambil keputusan yang baik untuk itu,” kata Alonso.

Baca juga: Chelsea Resmi Umumkan Penunjukan Xabi Alonso Sebagai Pelatih Baru

Reporter: Aditya Ramadhan
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.