Jakarta (Servisenta) – Dominasi statistik membawa Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2026, di New Jersey, Senin, saat La Roja menguasai bola, area bermain, dan peluang mengamankan gelar juara dunia keduanya dalam laga yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin.
Berdasarkan laporan statistik pascalaga dari Opta Analyst, keunggulan performa tim asuhan Luis de la Fuente terlihat jelas dari catatan 235 umpan sukses yang mereka lakukan di sepertiga akhir lapangan.
Di sisi lain, kubu Argentina tercatat hanya mampu mengoper 47 umpan di dalam zona pertahanan Spanyol sepanjang laga.
Dominasi teritorial sebesar 83,3 persen ini membuat La Roja leluasa menutup pertahanan lawan sejak awal pertandingan. Spanyol terus mengontrol laju pertandingan dan memaksa Argentina bermain pasif di area luar kotak penaltinya.
Taktik penguasaan bola ini juga menjadi tumpuan pertahanan terbaik Spanyol yang mengandaskan lini serang lawan. Argentina bahkan tak mampu melepaskan satu tembakan pun ke gawang hingga pertandingan memasuki perpanjangan waktu.
Baca juga: Warga Gaza Rayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia 2026
Catatan resmi pertandingan pun menunjukkan Tango baru melepaskan tembakan pertamanya pada menit ke-126. Dalam kurun waktu tersebut, lini serang Spanyol membombardir pertahanan lawan dengan total 20 tembakan.
Rentetan serangan terus menerus tersebut akhirnya membuahkan hasil bagus di perpanjangan waktu babak kedua. Ferran Torres yang masuk sebagai pemain pengganti mampu menangkap sundulan Neco Williams untuk menaklukkan kiper Emiliano Martinez yang melakukan 11 penyelamatan pada laga tersebut.
Gol tunggal Torres pun melengkapi rekor impresif pertahanan Spanyol. Sepanjang turnamen, lini belakang mereka hanya kebobolan satu gol dari delapan pertandingan yang telah mereka mainkan. Kemenangan di New Jersey sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan La Roja menjadi 38 pertandingan.
Baca juga: Populer, Spanyol Juara Piala Dunia dan Indonesia Juara Jepang Open
Reporter: Aditya Ramadhan
Redaktur: Imam Santoso
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


