JAKARTA: Samsung resmi memperluas ekosistem layanannya dengan meluncurkan Galaxy Card, kartu kredit co-branded pertama perusahaan di Amerika Serikat. Pengumuman ini muncul menjelang acara Galaxy Unpacked, yang mewakili langkah baru Samsung dalam mengintegrasikan perangkat, dompet digital, dan layanan keuangan ke dalam satu ekosistem.
kutipan Tren digitalGalaxy Card diterbitkan bekerja sama dengan Barclays Bank dan menggunakan jaringan pembayaran Visa. Kehadirannya membuat Samsung mengikuti jejak Apple yang pertama kali meluncurkan Apple Card pada tahun 2019 sebagai bagian dari strategi mendongkrak layanan keuangan di ekosistem produknya.
Galaxy Card dirancang untuk terhubung langsung ke Samsung Wallet. Pengguna dapat mengaktifkan kartu dalam bentuk digital untuk melakukan pembayaran melalui smartphone Galaxy, sedangkan versi fisik juga tetap tersedia untuk transaksi menggunakan jaringan Visa di berbagai merchant.
Samsung mengatakan integrasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pembayaran yang lebih praktis sekaligus memperluas fungsi Samsung Wallet sebagai pusat layanan keuangan digital. Segala aktivitas transaksi, pengelolaan kartu, dan pemantauan hadiah dapat dilakukan melalui aplikasi ini.
Meskipun Samsung Wallet hanya tersedia di perangkat Galaxy, namun Galaxy Card fisik tetap dapat digunakan seperti kartu kredit Visa biasa. Pengguna juga dapat mengakses rekeningnya melalui portal online yang disediakan oleh Barclays Bank.
Samsung membekali Galaxy Card dengan sejumlah program cashback yang bertujuan untuk menarik minat pengguna perangkat Galaxy. Beberapa keuntungan utama yang ditawarkan antara lain cashback 5% untuk pembelian produk Samsung.
Keuntungan utama lainnya adalah cashback 3% untuk transaksi menggunakan Samsung Wallet, cashback 2% untuk layanan berlangganan streaming yang memenuhi syarat, dan cashback 1% untuk semua transaksi lainnya.
Selain cashback, pengguna baru juga berkesempatan mendapatkan bonus pendaftaran hingga USD 200 (Rs 3,9 lakh) jika memenuhi persyaratan yang ditentukan. Samsung juga menawarkan diskon pada layanan Samsung VIP Advantage dan penghapusan biaya transaksi luar negeri.
Oleh karena itu, kartu ini dapat digunakan saat bepergian ke luar negeri tanpa dikenakan biaya tambahan. Hadiah yang diperoleh dapat ditukarkan dalam bentuk tagihan atau statement credit, selain opsi pertukaran lain yang tersedia melalui Barclays.
Peluncuran Galaxy Card menunjukkan bahwa Samsung tidak lagi hanya fokus pada perangkat seperti smartphone, tablet, dan wearable. Samsung kini mulai memperluas bisnisnya ke sektor jasa keuangan, mengikuti tren perusahaan teknologi besar yang berupaya membangun ekosistem digital yang lebih lengkap.
Menurut Samsung, kerja sama dengan Barclays Bank menjadi landasan awal untuk memberikan pengalaman keuangan digital yang lebih terintegrasi bagi pengguna Galaxy. Samsung juga mengisyaratkan kemungkinan menawarkan layanan keuangan lainnya di masa depan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem Galaxy.
Doug Villon, kepala kartu dan kemitraan AS di Barclays, mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman keuangan yang lebih lancar di era layanan digital berbasis seluler. Di saat yang sama, Samsung memandang basis pengguna Galaxy yang sangat besar sebagai modal penting bagi pengembangan layanan keuangan.
Perusahaan asal Korea Selatan ini mengatakan sekitar 70% rumah tangga di Amerika Serikat memiliki setidaknya satu produk Samsung, sehingga ada peluang besar untuk memperluas adopsi Galaxy Card.
Kehadiran Galaxy Card membuat persaingan di sektor jasa keuangan digital semakin menarik. Apple sebelumnya memperkenalkan Apple Card yang terintegrasi dengan Apple Wallet dan menawarkan berbagai keuntungan bagi pengguna iPhone.
Samsung mengambil pendekatan serupa dengan menghubungkan kartu kredit ke Samsung Wallet agar pengguna lebih terhubung dengan ekosistem Galaxy. Melalui strategi ini, perusahaan berharap pengguna tidak hanya membeli perangkat Samsung, tetapi juga mendapatkan manfaat dari layanan digital lain yang diberikan.
Namun sejumlah analis melihat struktur cash back Galaxy Card masih relatif konservatif dibandingkan banyak kartu kredit premium yang beredar di pasar AS.
Daya tarik utamanya adalah integrasi yang erat dengan perangkat Galaxy, dan bukan hanya nilai besar dari hadiah yang diberikan. Pengumuman Galaxy Card datang hanya beberapa hari sebelum Samsung mengadakan acara Galaxy Unpacked Summer 2026 di London.
Samsung diperkirakan akan meluncurkan sejumlah perangkat baru pada acara ini, antara lain smartphone generasi terbaru dengan layar lipat, Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip, serta perangkat wearable terbaru. Momentum peluncuran Galaxy Card bukanlah suatu kebetulan.
Dengan menawarkan layanan keuangan menjelang peluncuran perangkat barunya, Samsung mencoba menunjukkan bahwa ekosistem Galaxy kini tidak hanya mencakup smartphone dan aksesorinya, tetapi juga pembayaran digital dan layanan keuangan.
Strategi ini mencerminkan tren industri teknologi saat ini, di mana perusahaan-perusahaan besar berlomba-lomba membangun ekosistem yang terintegrasi agar pengguna tetap menggunakan layanannya untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari komunikasi, hiburan, produktivitas, hingga transaksi keuangan.
Bagi Samsung, Galaxy Card merupakan langkah penting untuk meningkatkan loyalitas pengguna sekaligus membuka aliran pendapatan baru di luar penjualan perangkat keras.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)Samsung

