SINGAPURA: Mayoritas pemimpin bisnis memiliki harapan besar terhadap teknologi AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, namun hanya sebagian kecil yang benar-benar memiliki peta jalan atau strategi konkrit untuk mencapai hal ini.
Kenyataan tersebut menjadi salah satu highlight pembukaan konferensi teknologi bergengsi IBM Think Singapore 2026 di Singapura yang dihadiri lebih dari 1.000 pelanggan dan visioner bisnis serta 300 mitra bisnis dari seluruh kawasan Asia Pasifik dan dunia.
Dalam keynote pembukaannya di IBM Think Singapore 2026, Ana Paula Assis, Senior Vice President dan Head of IBM EMEA and Asia Pacific, mengungkapkan hasil survei terbaru terhadap para eksekutif di berbagai belahan dunia.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hingga 80% eksekutif merencanakan dan mengharapkan AI untuk mendorong pertumbuhan pendapatan utama bagi organisasi mereka. Namun, meski memiliki tingkat optimisme yang tinggi, hanya 20% pemimpin dunia usaha yang mampu mengartikulasikan secara pasti dan detail bagaimana proses transformasi bisnis akan dilaksanakan hingga menghasilkan nilai ekonomi yang nyata.
Anna menekankan, dunia saat ini sedang melewati titik yang sangat kritis. AI bergerak cepat dari mencari inspirasi dan pengujian sederhana hingga memberikan dampak bisnis dan mengambil tindakan langsung.
Ketika AI mulai mengambil tindakan dan terhubung langsung dengan bisnis operasional perusahaan, risiko bisnis menjadi jauh lebih tinggi. Para pemimpin organisasi mulai menyadari bahwa untuk mencapai laba atas investasi (ROI) yang terukur, AI tidak dapat lagi dianggap sebagai eksperimen yang terisolasi. Hal ini harus diintegrasikan secara erat ke dalam jantung operasi bisnis sehari-hari.
Untuk menggambarkan situasi tersebut, Assis memberikan analogi saat teknologi kelistrikan pertama kali diperkenalkan ke dunia industri. Pada awalnya, penggunaan listrik yang paling umum adalah untuk memasang bola lampu di pabrik. Kehadiran lampu berhasil membuat lingkungan kerja menjadi lebih terang, bersih, dan aman. Namun, hal ini tidak mengubah cara pengoperasian pabrik secara radikal.
Revolusi industri sejati hanya terjadi ketika motor listrik dan mesin-mesin besar diciptakan, yang merombak total aliran produksi. Menurutnya, sebagian besar perusahaan saat ini masih terjebak dalam “fase sorotan”, ketika AI digunakan untuk membuat dokumen, meringkas prosedur rapat, atau mengotomatiskan tugas individu dengan dampak yang sangat terbatas.
Tantangan masa depan tentunya akan semakin kompleks dengan lahirnya jutaan aplikasi berbasis AI, jutaan agen yang bekerja secara mandiri dalam organisasi, dan tumpukan kode baru yang dihasilkan oleh AI. Hal ini menciptakan risiko keamanan siber yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Alasannya adalah sebagian besar sistem lama yang dimiliki perusahaan tidak dirancang untuk dapat diakses secara terus menerus dan independen oleh sistem AI. Oleh karena itu, dilema utama yang dihadapi para CEO saat ini bukan lagi sekedar apakah AI dapat dibangun, melainkan bagaimana mengoperasikan AI dengan aman, andal, dan berkelanjutan.
Meskipun terdapat tantangan operasional dan keamanan, potensi manfaat ekonomi dari AI tetap besar. AI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produktivitas lebih dari 40% pada tahun 2030, yang diperkirakan akan mendorong peningkatan investasi teknologi hingga 150%. Menariknya, 70% eksekutif bertekad untuk menginvestasikan kembali peningkatan efisiensi ini untuk merangsang inovasi produk baru.
Perusahaan-perusahaan terkemuka yang berhasil mengintegrasikan AI ke dalam model operasi mereka telah terbukti mencapai peningkatan produktivitas 70 persen lebih besar, waktu siklus 74 persen lebih cepat, dan penyelesaian proyek 67 persen lebih tangkas. IBM sendiri telah menunjukkan bahwa kombinasi Hybrid Cloud dan AI telah menghasilkan efisiensi produktivitas hingga $4,5 juta dalam organisasi lokalnya.
Untuk menjembatani kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan, perusahaan didorong untuk menjadi organisasi yang mengutamakan AI. Langkah ini memerlukan desain ulang mendasar pada model operasional bisnis, yang didukung oleh arsitektur cloud hybrid terbuka untuk menjaga kedaulatan data di lingkungan publik, privat, dan edge.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(Tag untuk terjemahan)IBM


