JAKARTA (Servisenta) – Pengamat sepak bola Mehmet Kosnaini berharap Justin Huebner tetap melanjutkan kariernya di Eropa di tengah rumor kepindahan bek Garuda ke Liga Inggris.
Sebab, pengalamannya bermain di Eropa akan menambah kematangan kemampuannya menghadapi lawan-lawan dengan kepribadian berbeda di level permainan yang lebih tinggi di sini, kata Kosnaini kepada Antara di Jakarta, Jumat.
“Saya tidak mau menganggap remeh kompetisi di Indonesia, tapi kesempatan dia untuk mendapatkan pengalaman berbeda itu bagus.”
Rumor kepergian Hoebner ke Premier League mencuat setelah bek berusia 22 tahun itu masuk dalam skuad Indonesia untuk Piala AFC 2026, karena klub-klub Eropa biasanya tidak mengizinkan pemainnya mengikuti kompetisi yang tidak masuk kalender FIFA.
Hübner pun mengaku belum mengambil keputusan soal masa depannya, apakah akan bertahan bersama Fortuna Sittard di Eredivisie, atau menerima pinangan dari klub lain, termasuk Premier League.
Setelah beberapa tahun berjuang untuk menembus tim utama Eropa, Hübner mulai menemukan permainan terbaiknya setelah mencatatkan 26 penampilan dengan dua gol dan satu assist.
Baca juga: Pengamat Harap Sinergi TVRI-Servisenta-RRI Terus Berlanjut di Piala Dunia 2030
Karena bermain di Indonesia juga banyak daya tariknya, ditambah kontraknya juga sangat bagus, nilai komersial bermain di sini juga sangat tinggi karena promosi sepak bola Indonesia sangat menggila, kata Kosnaini.
Tapi dari sudut pandang sepakbola, saya melihat bermain di Eropa lebih bermanfaat bagi masa depan sepakbola Indonesia dan masa depan para pemainnya, tambahnya.
Kusnaini berharap Indonesia semakin banyak memiliki pemain yang berkarir di luar negeri untuk meningkatkan kualitas timnas Indonesia di kancah internasional.
Ia menyinggung negara-negara yang meraih prestasi gemilang di Piala Dunia 2026, seperti Tanjung Verde yang imbang dengan Spanyol dan Argentina, serta Maroko yang merupakan tim terbaik Afrika.
“Kita sudah melihat contoh negara-negara yang banyak pemain ekspatriatnya tampil bagus di Piala Dunia. Lihat saja Maroko dan Tanjung Verde. Coba saja negara-negara yang pemainnya hanya bermain di kompetisi domestik seperti Qatar, di mana Arab Saudi hanya bisa berbuat banyak,” tutupnya.
Baca juga: Romini dan Hübner Bela Fortuna Sittard Melawan Olympiakos
Reporter: Zaro Azza Syashnyar
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


