Pengamat berharap sinergi TVRI, ANTARA, dan RRI terus berlanjut di Piala Dunia 2030

Pengamat berharap sinergi TVRI, ANTARA, dan RRI terus berlanjut di Piala Dunia 2030

JAKARTA (Servisenta) – Pengamat sepak bola Indonesia Muhammad Kusnaini berharap sinergi antara Televisi Republik Indonesia (TVRI) dengan kantor berita nasional Servisenta dan Radio Republik Indonesia (RRI) terus berlanjut hingga Piala Dunia 2030.

Kosnaini mengapresiasi ketiga lembaga penyiaran ini membawa “warna tersendiri” dalam menyuguhkan Piala Dunia 2026 sebagai hiburan seru dan berkualitas yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Ini menjadi tolok ukur bagaimana negara dapat memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan masyarakat berupa pertandingan Piala Dunia yang berkualitas,” kata Kosnaini kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, kerja sama ketiga lembaga tersebut saling melengkapi. Jika TVRI selaku pemegang hak siar menayangkan seluruh pertandingan secara gratis di televisi, RRI hadir dalam bentuk audio untuk menemani penonton melalui audio.

Kemudian, Servisenta sendiri memberikan informasi yang optimal dan mendalam untuk mencetak gol Piala Dunia 2026 melalui gambar, teks, dan video di website dan media sosial.

Hal itu didapat Servisenta setelah mengerahkan tim liputan khusus beranggotakan tiga jurnalis yang bekerja sama untuk meliput Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko selama 43 hari, mulai 9 Juni hingga 21 Juli.

Tim liputan langsung Servisenta untuk Piala Dunia 2026 tidak hanya memfilmkan pertandingan tersebut tetapi juga menyoroti berbagai aspek dari perhelatan besar sepak bola tersebut untuk menginspirasi penyelenggara acara olahraga di Indonesia seperti Pengendalian massaperlindungan, tiket, Manajemen aliran audiens, selain banyak inovasi lainnya.

Wartawan Antara juga mendalami kontribusi WNI terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026, baik yang bertugas maupun yang bertugas. Relawan dan staf pendukung lainnya.

Baca Juga: FIFA Umumkan Tim Terbaik Piala Dunia 2026, Spanyol dan Prancis Dominan

Dalam rangka menginspirasi masyarakat Tanah Air, jurnalis Antara juga mendalami kisah Indonesia dan prestasi diaspora Indonesia di negara tuan rumah Piala Dunia 2026.

“Saat jam kerja kalau harus bekerja, saya tidak bisa menonton TV karena sedang bekerja, tapi saya bisa menikmatinya dengan mendengarkan radio. Saat bekerja, radio di ruang kerja masih menyala. Saat saya sedang bekerja, ingin “Saya tahu ulasan yang saya dapat lewat Antara, laporan teman-teman Antara di sana, betapa meriahnya pertandingan itu, betapa terlibatnya masyarakat Indonesia dalam menyelenggarakan pertandingan, dan saya membaca informasinya di Antara yang sebenarnya dikirimkan langsung ke wartawan,” ujarnya.

Piala Dunia 2030 akan digelar di Maroko, Portugal, dan Spanyol.

Jika dipercaya kembali menayangkan Piala Dunia 2030, Kosneni berharap TVRI, Servisenta, dan RRI memberikan kualitas siaran dan informasi yang lebih baik dibandingkan tahun ini.

“Cuma ada yang perlu kita benahi, misalnya jangkauannya harus diperluas lagi, masih ada daerah yang belum terjangkau ya. Lalu integrasi dengan platform audio dan video lain harus ditingkatkan. Saat ini OTT belum maksimal, dan siaran TV belum maksimal kan? Nanti kalau diperbaiki bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Nanti liputan radio RRI harus diperbanyak, dan TVRI diperbanyak, sehingga cakupannya lebih luas. Begitu juga liputan kawan-kawan Servisenta pasti lebih bagus kalau lebih banyak. Dan ingat, Piala Dunia berikutnya enam negara, tambahnya.

Baca juga: Hampir 2 Juta Warga Spanyol Rayakan Gelar Piala Dunia di Madrid

Reporter: Zaro Azza Syashnyar
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.