Samsung memperluas ekosistem Galaxy dengan kacamata pintar berbasis AI

Samsung memperluas ekosistem Galaxy dengan kacamata pintar berbasis AI

JAKARTA: Samsung Electronics resmi menghadirkan kacamata pintar pada acara Galaxy Unpacked di London. Perangkat wearable terbaru ini dikembangkan bekerja sama dengan dua merek kacamata global, Gentle Monster dan Warby Parker.
Samsung memperkenalkan kedua perangkat ini sebagai bagian dari perluasan ekosistem Galaxy di luar smartphone. Kacamata pintar dirancang untuk memberikan pengalaman berbasis kecerdasan buatan (AI) yang lebih intuitif dan mendukung aktivitas hands-free sehari-hari.
Samsung menjelaskan, kacamata pintar tersebut merupakan kelanjutan dari konsep yang sebelumnya dihadirkan pada acara Google I/O. Produk ini memadukan desain kacamata premium dengan kemampuan kecerdasan buatan sehingga pengguna dapat bekerja, bepergian, berkomunikasi, dan menikmati berbagai aktivitas tanpa harus terus-menerus berinteraksi dengan layar smartphone.

Pengembangan agen AI membuka peluang baru dalam memberikan pengalaman seluler yang lebih kontekstual, kata Won Jun Choi, COO Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics.
“Saat AI agen mentransformasi pengalaman seluler, langkah selanjutnya adalah memberikan pengalaman yang semakin intuitif dan mampu beradaptasi dengan konteks setiap pengguna,” kata Won Jun Choi. “Kacamata pintar menawarkan cara baru untuk berinteraksi, memberikan bantuan AI yang dipersonalisasi secara lebih alami untuk aktivitas sehari-hari.”
Samsung melihat smartphone tetap menjadi pusat ekosistem Galaxy, sementara perangkat lain melengkapi pengalaman pengguna dalam situasi berbeda. Melalui kacamata pintar, perusahaan ingin mendekatkan AI kepada pengguna saat mereka bergerak, bekerja, berkomunikasi, atau menjelajah tanpa perlu selalu memulai interaksi melalui layar perangkat.
Perangkat ini dirancang untuk menampilkan informasi dan bantuan AI langsung di hadapan pengguna tanpa mengalihkan perhatian dari lingkungan sekitar. Samsung juga menyertakan kontrol intuitif dan berbagai fitur keamanan untuk mendukung penggunaan yang aman dan bertanggung jawab.
Untuk menunjang pengalaman tersebut, kacamata pintar ini hadir dengan desain ringan dengan profil ramping sehingga nyaman dipakai sepanjang hari. Samsung mengklaim perangkat ini memiliki daya tahan baterai hingga sembilan jam dalam sekali pengisian daya, dan didukung dengan casing pengisi daya yang mampu memberikan tambahan hingga tujuh pengisian daya penuh.

Samsung memperluas ekosistem Galaxy dengan kacamata pintar berbasis AI
Perangkat ini memiliki kamera internal yang membantu kecerdasan buatan memahami konteks visual di sekitar pengguna. Sementara itu, platform Snapdragon AR1 Gen1 menghadirkan kinerja AI real-time sekaligus mendukung interaksi sentuh dan konektivitas, efisiensi daya, dan manajemen termal dalam desain perangkat yang ringkas.
Samsung juga mengembangkan kacamata pintar bekerja sama dengan Google sehingga perangkat tersebut menawarkan Gemini dalam bentuk wearable. Menurut Samsung, integrasi ini memungkinkan interaksi yang lebih alami, cepat, dan intuitif.
Sementara itu, Samir Samat, kepala ekosistem Android di Google, mengatakan Google dan Samsung memiliki visi yang sama dalam menghadirkan kecerdasan buatan yang memahami konteks kehidupan sehari-hari pengguna.
Menurut Samat, kacamata pintar yang dibangun di atas platform Android XR memadukan desain premium dengan kemampuan Gemini untuk memahami apa yang dilihat pengguna dan memberikan bantuan hands-free sepanjang hari.
Samsung menawarkan sejumlah kemampuan utama yang tersedia di kacamata pintar. Salah satunya adalah kemampuan membantu pengguna tetap fokus beraktivitas dengan merangkum pesan panjang, membaca informasi penting, menerjemahkan percakapan secara langsung, dan mengoperasikan perangkat menggunakan perintah suara atau isyarat tertentu.
Perangkat ini juga mampu memahami konteks visual melalui kamera internalnya. Misalnya, kacamata pintar yang bisa merekam isi papan tulis atau kemajuan diskusi dalam rapat, kemudian mengumpulkan informasi penting ke dalam Samsung Notes sehingga lebih mudah untuk ditinjau dan dibagikan.
Selain itu, Samsung menawarkan fitur interaksi real-time yang dapat memberikan panduan berdasarkan lokasi pengguna, seperti membantu mencari rute, mengidentifikasi tujuan, memahami lingkungan sekitar, dan mendukung terjemahan langsung dalam berbagai bahasa.
Kemampuan AI lainnya memungkinkan perangkat memahami aktivitas yang dilakukan pengguna dan menghubungkan informasi relevan di seluruh tugas sehingga pengguna tidak perlu mengulangi instruksi yang sama.
Kacamata pintar juga mendukung berbagi pandangan secara langsung saat melakukan panggilan dan merekam aktivitas dari sudut pandang pengguna. Selain memperkenalkan teknologi AI, Samsung juga menempatkan aspek desain sebagai salah satu fokus utama perangkat ini.
Samsung menjelaskan bahwa kacamata pintar tersebut dikembangkan bekerja sama dengan Gentle Monster dan Warby Parker untuk memberikan opsi bingkai yang sesuai dengan gaya hidup dan preferensi pengguna yang berbeda.
Pada acara Galaxy Unpacked, Samsung menghadirkan dua desain berbeda hasil kolaborasi ini. Gentle Monster Edition menggunakan bingkai hitam ramping dengan garis atas tebal dan tepi bawah membulat untuk kesan modern.
Sedangkan versi Warby Parker menampilkan garis alis agak terangkat dengan sentuhan warna coklat hangat sehingga cocok digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Samsung menyatakan, dalam proses pengembangannya, perusahaan bekerja sama dengan kedua mitra untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan, termasuk di area dahi dan telinga.
Penyempurnaan ini dilakukan agar perangkat tetap nyaman digunakan sepanjang hari tanpa mengurangi daya tahan atau performanya. Melalui kacamata pintar ini, Samsung menegaskan komitmennya untuk memperluas pengalaman Galaxy dengan menawarkan perangkat wearable yang menggabungkan desain istimewa, kecerdasan buatan berbasis konteks, dan kemudahan penggunaan dalam aktivitas sehari-hari.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(Tag untuk terjemahan)Samsung