Jakarta (Servisenta) – Timnas Belanda mendapat penghargaan Fair Play World Cup 2026 atau tim olahraga terbanyak sepanjang turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan penghargaan tersebut usai pertandingan final Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 di Stadion MetLife di New Jersey, Amerika Serikat, Senin di Indonesia bagian barat.
Penghargaan ini menjadi pelipur lara bagi Belanda yang terpaksa pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026 setelah disingkirkan Maroko di babak 32 besar melalui adu penalti.
Jika dilihat dari statistik foul dan kartunya saja, Belanda sebenarnya tidak tercatat sebagai tim terbersih di Piala Dunia 2026.
Belanda mendapat tiga kartu kuning, seperti Aljazair, Jerman, dan Senegal yang terhenti di babak 32 besar, bahkan setara dengan Norwegia yang mencapai perempat final.
Baca juga: Koeman memutuskan mundur setelah Belanda keluar dari Maroko
Sementara dari segi jumlah pelanggaran, Belanda mencatatkan 44 pelanggaran sepanjang turnamen, hanya mengungguli Jerman (51), namun lebih banyak dari Aljazair (29) dan Senegal (36).
Namun statistik jumlah pelanggaran dan kartu bukan satu-satunya dasar untuk mengevaluasi Fair Play Award. FIFA diketahui juga memperhatikan aspek rasa hormat suatu tim terhadap lawan serta sportivitas yang ditunjukkan sepanjang turnamen.
Hanya tim yang lolos ke babak sistem gugur setelah babak penyisihan grup yang berpeluang menerima penghargaan Fair Play World Cup.
Ini adalah penghargaan Piala Dunia Fair Play pertama bagi Belanda, menjadikan mereka tim kesebelas yang menerima penghargaan tersebut sejak diberikan pada tahun 1970.
Di bawah ini adalah daftar penerima penghargaan Fair Play World Cup untuk setiap edisi sejak tahun 1970:
1970 – Peru
1974 – Jerman Barat
1978 – Argentina
1982 – Brasil
1986 – Brasil
1990 – Inggris
1994 – Brasil
1998 – Inggris dan Prancis
2002 – Belgia
2006 – Brasil dan Spanyol
2010 – Spanyol
2014 – Kolombia
2018 – Spanyol
2022 – Inggris
Baca juga: Coba lagi, Belanda!
Reporter: Hendry Sukma Indrawan
Redaktur: Imam Santoso
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

