Brasil vs Skotlandia: Misi berat Tartan Army mencuri poin dari raksasa

Brasil vs Skotlandia: Misi berat Tartan Army mencuri poin dari raksasa

Tentara Tartan harus mengabaikan rekor tak mampu mengalahkan Seleção dalam 10 pertemuan sebelumnya dengan Brazil.

Jakarta (Servisenta) – Secara keseluruhan, profil Skotlandia masih kalah dengan raksasa Brasil dalam segala hal, mulai dari kedalaman dan kualitas skuad, teknik bermain, hingga pencapaian perjalanan panjang ke putaran final Piala Dunia.

Brasil menjadi tim tersukses dan terlengkap sepanjang sejarah Piala Dunia karena sudah lima kali juara. Benar runner uptempat ketiga, dan tempat keempat.

Brasil adalah satu-satunya tim yang tidak pernah melewatkan putaran final Piala Dunia, sejak turnamen tersebut pertama kali diadakan di Uruguay pada tahun 1930.

Namun, di Piala Dunia saat ini, Brasil belum menunjukkan diri mereka sebagai tim yang sesempurna ketika mereka menjuarai Piala Dunia 2002, gelar dunia terakhir yang diraih Seleção.

Bahkan di fase grup Piala Dunia 2026 pun mereka tak tampil superior seperti Argentina atau Prancis.

Indikatornya terlihat dari statistik dua laga sebelumnya yang tak sepenuhnya mereka kuasai meski menang atas Haiti 3-0 di laga kedua grup ketiga.

Saat mengalahkan Haiti, peringkat 87, Brasil, peringkat kelima, sama-sama menciptakan peluang.

Jika Brasil menciptakan 7 peluang, 4 di antaranya tepat sasaran, maka Haiti menciptakan 7 peluang, tiga di antaranya “on target”.

Haiti juga unggul dalam menembus sepertiga akhir lapangan. 50 vs 44.

Bagi negara yang rating dan rekornya jauh lebih rendah dibandingkan Brasil, pencapaian Haiti sungguh mengejutkan.

Di babak ini, Skotlandia harus meniru penampilan Haiti, namun tidak kalah, agar pencarian tiga poin Brasil tidak tercapai.

Ini tugas yang sangat sulit memang, namun inilah yang harus dilakukan tim asuhan Steve Clarke untuk mencapai tahapan tersebut Sebuah cerita Bila grup ketiga pasti akan mengirim Brasil dan Maroko ke babak itu.

Tiga poin yang didapat Skotlandia usai mengalahkan Haiti 1-0 di laga kedua harus ditambah setidaknya satu poin lagi agar bisa lepas dari kutukan kegagalan permanen lolos ke babak knockout Piala Dunia.

Di atas kertas, Brasil sendiri masih terlalu kuat dibandingkan Skotlandia. Raksasa Amerika Selatan ini hampir selalu lolos babak grup Piala Dunia, kecuali edisi 1930 dan 1966.

Selain kemenangan atas Brasil, dan menghadapi Maroko yang tertinggal satu tingkat dari Brasil, Skotlandia memang berada di pihak yang kalah. Tak hanya kalah 0-1, mereka juga gagal menciptakan satu pun peluang ke gawang.

Baca Juga: Konfrontasi Skotlandia dengan Brazil Jadi Ujian Berat Bagi Tentara Tartan

Baca juga: Striker asal Brazil Rafinha dikabarkan mengalami cedera hamstring

Hak Cipta © Antara 2026

Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.