Jakarta: Pernahkah Anda merasa baterai ponsel Android Anda tiba-tiba cepat habis, padahal sebelumnya bisa bertahan seharian? Atau persentase baterainya turun drastis dari 30 persen menjadi 10 persen hanya dalam hitungan menit?
Banyak orang mengira penyebabnya berasal dari aplikasi yang terlalu berat atau sistem operasi yang bermasalah. Padahal, masalah utamanya bisa jadi terletak pada kondisi baterai itu sendiri.
Seiring waktu, semua baterai lithium-ion akan mengalami penurunan kapasitas. Proses ini normal karena masa pakai setiap baterai bergantung pada jumlah siklus pengisian daya. Semakin sering digunakan, kemampuan baterai dalam menyimpan energi akan semakin berkurang.
Kabar baiknya, pengguna Android kini memiliki beberapa cara untuk mengetahui status atau “usia” baterai tanpa harus membongkar perangkat. Informasi ini bisa menjadi referensi sebelum memutuskan untuk mengganti baterai atau bahkan membeli smartphone baru.
Mengapa Anda perlu memeriksa masa pakai baterai ponsel Anda?
Mengetahui kesehatan baterai Anda bukan hanya tentang melihat persentase daya yang tersisa. Status baterai menunjukkan seberapa besar kapasitas baterai Anda saat ini dibandingkan saat masih baru.
Misalnya status baterai 85 persen sehat, artinya baterai hanya mampu menyimpan sekitar 85 persen dari kapasitas awalnya.
Mengutip berbagai sumber, telah dijelaskan bahwa semua baterai lithium-ion akan mengalami penurunan kapasitas seiring bertambahnya usia dan siklus pengisian daya. Ketika kapasitas turun di bawah 80 persen, pengguna biasanya mulai merasakan penurunan masa pakai baterai secara signifikan.
Cara memeriksa masa pakai baterai ponsel Android
Tidak semua merek Android menawarkan fitur yang sama. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba.
1. Periksa melalui menu pengaturan (jika didukung)
Sejumlah smartphone Android terbaru memberikan informasi mengenai kesehatan baterai langsung di menu pengaturan.
Misalnya saja di Google Pixel terbaru yang menjalankan Android 16 dan mendukung Kesehatan Baterai, pengguna dapat membuka:
Pengaturan -Buka
-Pilih baterai
-Klik Kesehatan Baterai
Di halaman ini akan muncul status baterai seperti normal atau lemah, serta perkiraan kapasitas baterai dibandingkan kondisinya saat masih baru. Namun, Google mengonfirmasi bahwa fitur tersebut saat ini hanya tersedia di Pixel 8a dan model yang lebih baru.
2. Gunakan Anggota Samsung
Untuk pengguna Samsung Galaxy, Samsung menawarkan fitur diagnostik bawaan melalui aplikasi Anggota Samsung.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
-Buka aplikasi Anggota Samsung
-Masukkan daftar dukungan
-Pilih Diagnostik Telepon
-Jalankan pemeriksaan
-Buka hasil status baterai
Hasil scan akan menampilkan status seperti Normal, Poor, atau Bad. Jika kondisinya “Buruk”, Samsung menyarankan pengguna untuk mengunjungi pusat layanan resmi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
3. Gunakan aplikasi pemantauan baterai
Jika ponsel tidak memiliki fitur bawaan, pengguna bisa menggunakan aplikasi pemantau baterai, misalnya AccuBattery.
Aplikasi jenis ini tidak langsung mengetahui status baterai saat digunakan sekali. Sebaliknya, aplikasi akan mempelajari pola pengisian daya selama beberapa siklus untuk memperkirakan sisa kapasitas baterai.
Semakin lama Anda menggunakannya, secara umum perkiraan yang diberikan akan semakin akurat.
Kapan baterai harus diganti?
Banyak pengguna yang bertanya-tanya kapan sebenarnya baterai harus diganti? Sebagai referensi umum, Google Pixel mengatakan bahwa baterai yang kapasitasnya turun di bawah 80 persen biasanya mulai mengalami penurunan kinerja yang nyata dalam penggunaan sehari-hari.
Dalam keadaan ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti baterai hingga daya tahan dan kinerja perangkat kembali optimal.
Selain melihat angka kesehatan baterai, ada beberapa tanda lain yang harus diwaspadai, antara lain:
-Baterai cepat habis meski penggunaan ringan
-Persentase baterai berkurang secara signifikan dalam waktu singkat
– Handphone sering mati sendiri padahal baterai masih tersisa
– Perangkat menjadi lebih panas saat mengisi daya
– Baterai mulai menggelembung atau membuat layar sedikit naik
Jika Anda menemukan gejala terakhir, sebaiknya segera hentikan penggunaan dan bawa perangkat ke pusat layanan resmi karena dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Cara memperlambat penurunan masa pakai baterai
Meski hal ini tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun penurunan kesehatan baterai dapat diperlambat melalui kebiasaan penggunaan yang benar.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain menghindari suhu ekstrim saat mengisi daya, menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi perangkat, tidak membiarkan baterai terlalu sering habis hingga 0 persen, dan mengaktifkan fitur perlindungan baterai jika tersedia di smartphone.
Google juga menyarankan agar proses pengisian daya dilakukan pada suhu sekitar 25 derajat Celcius agar baterai tetap beroperasi dalam kondisi ideal.
Mengecek sisa masa pakai baterai ponsel Android Anda sebaiknya tidak hanya dilakukan saat perangkat mulai mengalami masalah.
Dengan mengetahui kesehatan baterai sejak dini, pengguna dapat mengambil langkah yang tepat, mulai dari mengubah kebiasaan mengisi daya hingga mengganti baterai, sebelum performa smartphone justru menurun.
Jika Anda merasa baterai ponsel Anda sudah tidak tahan lama lagi, coba periksa status kesehatannya saat ini. Siapa tahu solusi yang Anda butuhkan bukan dengan membeli ponsel baru, melainkan cukup mengganti baterainya.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)Tips dan trik


