JAKARTA: Cloudera dan VAST Data secara resmi mengumumkan kemitraan strategis global untuk menghadirkan platform data terintegrasi untuk AI. Kolaborasi ini mengintegrasikan layanan gudang data berbasis container generasi berikutnya dari Cloudera dengan sistem operasi VAST AI. Langkah besar ini bertujuan untuk menciptakan konsep AI Factory berskala besar yang efisien baik di lingkungan on-premise maupun public cloud.
Inovasi lengkap ini dibangun menggunakan desain referensi NVIDIA AI Data Platform untuk menjawab tantangan penting yang sering dihadapi bisnis: kelaparan GPU. Fenomena ini terjadi ketika klaster akselerator bernilai tinggi milik perusahaan tidak digunakan karena aliran data yang lambat dari arsitektur tradisional.
Dengan terus menghadirkan data berkecepatan tinggi dan berlatensi rendah ke model AI, infrastruktur gabungan ini mampu menjaga GPU tetap beroperasi pada kapasitas optimal, sekaligus memaksimalkan laba atas teknologi (ROI) teknologi.
Arsitektur AI Factory yang terintegrasi mencakup seluruh siklus hidup data perusahaan, mulai dari penyerapan data mentah, pembersihan, dan tata kelola, hingga pengindeksan vektor yang dipercepat GPU untuk pelatihan model dan inferensi.
Melalui integrasi ini, data perusahaan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diubah menjadi data yang siap AI. Solusi “silikon ke aplikasi” yang komprehensif ini merupakan angin segar bagi banyak industri berskala besar dengan regulasi ketat yang memerlukan lingkungan AI swasta (AI Pribadi) yang aman, patuh, dan andal.
Dari sudut pandang bisnis, sinergi strategis ini menyatukan kemampuan kumpulan data pelanggan global gabungan hingga 60 exabytes. Momentum ini membuka peluang pendapatan baru yang luar biasa bagi kedua perusahaan di tengah meningkatnya permintaan pasar terhadap infrastruktur AI yang berdaulat.
Shirley Carnedta, Direktur Regional Indonesia di Cloudera, menekankan pentingnya kolaborasi ini untuk pasar lokal. “Kami membantu perusahaan-perusahaan di Indonesia mendapatkan efisiensi komputasi yang lebih baik dan keamanan standar perusahaan di lingkungan operasi yang berbeda,” ujarnya.
Kemitraan ini memastikan bahwa pelanggan di Indonesia dapat memelihara saluran data dengan latensi sangat rendah untuk menghilangkan hambatan data, sambil tetap mematuhi peraturan tata kelola data dan kepatuhan yang berlaku di negara tersebut.
Senada dengan hal tersebut, Abhaas Ricky, Chief Business Officer dan General Manager Applied AI di Cloudera, menjelaskan bahwa kemitraan ini berhasil menghilangkan kendala aliran data sehingga perusahaan dapat membangun pabrik AI yang sebenarnya.
Jeff Denworth, salah satu pendiri VAST Data, menambahkan bahwa platform operasional terintegrasi dalam lingkungan hybrid ini berhasil menghubungkan data, intelijen, dan infrastruktur ke dalam satu sistem cerdas.
Dilaporkan bahwa solusi gabungan antara Cloudera dan VAST AI Factory ini akan tersedia langsung melalui tim penjualan perusahaan serta jaringan ekosistem mitra resmi kedua belah pihak, dengan rencana untuk memperluas pola penerapan vertikal spesifik industri sepanjang tahun 2026.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)cloudera


