JAKARTA: Xiaomi kembali memperbarui daftar perangkat yang telah mencapai end of life (EOL) atau akhir masa dukungan perangkat lunak. Perangkat dalam daftar ini tidak lagi menerima pembaruan OS Android, antarmuka HyperOS, patch keamanan bulanan, serta berbagai perbaikan bug dan peningkatan kinerja.
Update listing EOL menjadi informasi penting bagi pengguna smartphone dan tablet Xiaomi yang masih menggunakan perangkat yang dirilis beberapa tahun lalu. Pasalnya, meski perangkat masih bisa digunakan seperti biasa, penghentian dukungan software akan berdampak pada keamanan, kompatibilitas aplikasi, dan pengalaman penggunaan jangka panjang.
Berdasarkan daftar terbaru yang diposting di forum resmi Xiaomi, ada sekitar 10 perangkat yang kini sudah tidak lagi menerima pembaruan software resmi dari perusahaan. Daftar tersebut mencakup smartphone andalan, perangkat kelas menengah, dan tablet premium yang sebelumnya sangat populer di pasar.
Salah satu model yang paling menarik perhatian adalah Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro. Kedua smartphone andalan tersebut kini resmi masuk daftar EOL setelah masa dukungan software berakhir.
Status akhir masa pakainya menunjukkan bahwa Xiaomi telah menghentikan semua dukungan perangkat lunak untuk perangkat tertentu. Oleh karena itu, pengguna tidak akan lagi menerima pembaruan HyperOS atau Android versi terbaru.
Selain itu, perangkat yang termasuk dalam daftar EOL tidak akan lagi menerima patch keamanan bulanan, memperbaiki bug yang ditemukan setelah masa dukungan berakhir, meningkatkan kinerja sistem, dan menambahkan fitur baru, termasuk fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Bagi sebagian pengguna, kondisi ini mungkin tidak langsung dirasakan karena smartphone masih bisa digunakan untuk melakukan panggilan, mengirim pesan, mengakses media sosial, dan menjalankan berbagai aplikasi sehari-hari.
Namun dalam jangka panjang, tidak adanya pembaruan keamanan membuat perangkat lebih rentan terhadap kerentanan yang baru ditemukan. Risiko ini meningkat jika smartphone digunakan untuk aktivitas penting seperti mobile banking, transaksi digital, bekerja, atau menyimpan data pribadi.
Berikut daftar 10 perangkat yang kini resmi masuk dalam daftar EOL terbaru Xiaomi.
- Xiaomi 12
- Xiaomi 12 Pro
- Xiaomi 12s Ultra
- Poco X5
- Poco X5 Pro 5G
- Redmi K60e
- Redmi 10 5G
- Xiaomi iPad 6
- Xiaomi iPad 6 Pro
- Xiaomi iPad 6 Maks
Daftar tersebut menunjukkan bahwa berakhirnya dukungan tidak hanya berlaku untuk smartphone, tetapi juga mencakup sejumlah tablet Xiaomi yang sebelumnya menjadi pilihan pengguna untuk kebutuhan produktivitas dan hiburan.
Masuknya sejumlah perangkat ke dalam daftar EOL bukan berarti Xiaomi akan mengakhiri dukungan lebih cepat dari yang dijanjikan. Sebaliknya, langkah ini sejalan dengan kebijakan pembaruan perangkat lunak yang diumumkan perusahaan saat peluncuran produk.
Misalnya saja Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro yang diluncurkan pada tahun 2022 hanya dijanjikan pembaruan OS Android selama tiga tahun dan pembaruan keamanan selama empat tahun dari tanggal peluncuran resminya.
Setelah jangka waktu tersebut habis, perangkat secara otomatis memasuki fase akhir masa pakainya, sehingga tidak lagi menjadi bagian dari program pembaruan Xiaomi. Kebijakan semacam ini juga diterapkan oleh sebagian besar produsen smartphone Android lainnya.
Durasi dukungan umumnya bergantung pada chip perangkat, tahun peluncuran, dan kebijakan perangkat lunak yang berlaku saat produk dirilis. Meski terdaftar di EOL, Xiaomi telah mengonfirmasi bahwa perangkat tersebut masih dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Pengguna tetap dapat menjalankan aplikasi yang terinstal, berkomunikasi, mengakses Internet dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia. Namun seiring berjalannya waktu, perangkat tersebut memiliki kemampuan untuk menghadapi banyak kendala.
Kelemahan ini termasuk lebih rentan terhadap ancaman keamanan karena Anda tidak lagi memiliki patch terbaru, berpotensi mengalami masalah kompatibilitas dengan versi aplikasi terbaru, dan kinerja perangkat dapat menurun seiring bertambahnya usia perangkat lunak.
Situasi ini tidak selalu terjadi secara instan, namun dapat dialami secara bertahap seiring berkembangnya aplikasi dan sistem operasi Android. Bagi pengguna yang masih menggunakan perangkat lama untuk aktivitas penting, Xiaomi menyarankan agar mulai memikirkan untuk beralih ke perangkat yang masih dalam masa dukungan resmi.
Perangkat yang masih didukung akan terus menerima pembaruan HyperOS, versi Android terbaru, dan patch keamanan reguler, serta banyak fitur baru, termasuk peningkatan berbasis AI. Dengan cara ini, pengguna tidak hanya mendapatkan pengalaman pengguna yang optimal, namun juga mendapatkan perlindungan keamanan yang lebih baik terhadap ancaman digital yang terus berkembang.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk terus menggunakan perangkat yang terdaftar di EOL, pengguna perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing. Jika smartphone hanya digunakan untuk komunikasi ringan atau sebagai perangkat cadangan, status EOL mungkin tidak menjadi masalah besar.
Namun, jika perangkat digunakan untuk transaksi keuangan, pekerjaan, atau menyimpan data penting, beralih ke perangkat yang masih menerima pembaruan resmi bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda
(MMI)
(tag untuk terjemahan)

