Sidoarjo, Jawa Timur (Antara) –Deltras FC Sidoarjo menunjuk Leonard Tobamaho sebagai pelatih kepala untuk menghadapi kompetisi kejuaraan 2026/2027 dengan mengusung filosofi sepak bola modern dan tujuan kejuaraan.
Penunjukan mantan pelatih Persiba ini didasari komitmen manajemen klub Deltaras untuk membangun klub profesional dan mengedepankan suasana kekeluargaan dalam pengelolaan tim.
Pertimbangan utama bagi saya adalah Deltaras adalah klub yang serius dan pendekatan yang dilakukan manajemen membuat saya merasa seperti keluarga sehingga saya bertekad untuk bergabung di sini, kata Leonard dalam keterangan tertulisnya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin.
Pelatih kelahiran 9 Juli 1983 ini menilai sejarah panjang Deltras FC dan dukungan kuat dari para suporter menjadi modal penting dalam membangun tim yang lebih kompetitif di musim depan.
Ia bertekad menerapkan filosofi sepak bola modern yang mengharuskan seluruh pemain cepat beradaptasi dengan perubahan situasi pertandingan agar pertandingan beregu menjadi lebih efektif, menarik, dan menghibur penonton.
Baca juga: Persila Raih Kemenangan Penting atas Persiba 2-0 di Kandang
Menurut Leonard, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci tim Deltaras untuk meningkatkan kualitas permainan dan bersaing di kompetisi musim ini.
Musim ini Deltaras FC mendapat tantangan besar karena tergabung dalam Grup Timur yang diisi sejumlah klub kuat, sehingga persaingan diharapkan lebih kompetitif dibandingkan musim sebelumnya.
Leonard memandang ketatnya persaingan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas permainan tim dan mengembangkan mental juara.
Ia mengatakan: “Saya berharap tim bisa lebih baik dari musim lalu karena sebagai atlet putra dan putri kita harus memiliki tujuan tertinggi, yaitu menjadi juara dan mengangkat trofi.”
Baca Juga: Deltras FC Siap Rekrut Pemain Baru untuk Hadapi Putaran Ketiga Turnamen
Koresponden: Astrid Fadl Al Habiba/ Fahmi Alfian
Editor: Jaafar Muhammad Siddiq
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


