Situasi ini menunjukkan ketimpangan yang serius di timnas Argentina. Messi bermain sangat baik, namun terus mengandalkan sihirnya jelas salah.
Jakarta (Servisenta) – Kekaguman terhadap Lionel Messi, kapten sekaligus penyerang timnas Argentina, tak berhenti karena ia terus mencetak gol demi gol di putaran final Piala Dunia 2026.
Setelah penciptaan trik topi Melawan Aljazair pada laga perdana Grup J, Rabu (17/6) pagi WIB, dan dua gol ke gawang Austria, Selasa pagi, Rabu pagi WIB, Messi menjadi sosok yang dibicarakan di mana-mana.
Bagaimana tidak, lima gol dari dua laga tersebut kini menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol, mengungguli Miroslav Klose (16 gol) dan Kylian Mbappe (16 gol).
Messi menjadi satu-satunya pemain Argentina yang mencetak gol di Piala Dunia 2026, di mana Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan Austria 2-0.
Pemain kelahiran Rosario, Argentina ini sangat dominan di skuad Argentina pada edisi terakhir turnamen yang digelar empat tahun sekali itu.
Berdasarkan catatan Gerombolan kakiTak hanya gol, Messi juga menyandang status pemain dengan tembakan tepat sasaran terbanyak di skuad Tango, dengan total delapan tembakan (empat ke gawang Aljazair dan Austria).
Tidak ada pemain Argentina yang mendekati Messi dalam hal ini. Tepat di belakangnya adalah Lautaro Martinez, Julian Alvarez dan Alexis McAllister, yang masing-masing hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran dalam dua pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2026.
Faktanya, Lautaro Martinez menjadi pemain tersubur Liga Italia musim 2025/2026, dengan torehan 17 gol, dan Julian Alvarez total mencetak 20 gol dan sembilan gol. Membantu Di semua kompetisi untuk Atletico Madrid di musim yang sama.
Situasi ini menunjukkan ketimpangan yang serius di timnas Argentina. Messi bermain sangat baik, namun terus mengandalkan sihirnya jelas salah.
Selain gelar Lionel Messi sebagai pemain sepak bola terbaik dunia sepanjang masa (Terhebat Sepanjang Masa / KAMBING), dia hanyalah manusia dan atlet yang memiliki kelemahan.
Pada saat itu juga, peringatan serius berbunyi mengenai Piala Dunia 2026 untuk Argentina.
Lawan mereka, Aljazair dan Austria, tidak memiliki gelandang dan bek kelas atas yang mampu membatasi ruang gerak Messi.
Kualitas Hicham Boudaoui, Nabil Bentaleb, Ibrahim Mezza, dan Rayan Ait Nouri di Aljazair, serta Xavier Schlager, Marcel Sabitzer, Nikola Seewald, dan David Alaba di Austria, tak cukup melemahkan pergerakan dan visi Messi.
Messi belum memiliki permainan di pertahanan lawan yang memungkinkannya bergerak leluasa.
Baca juga: Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia dan Argentina Lolos ke Babak Gugur
Baca Juga: Messi Tak Pikirkan Faktor Usia Usai Cetak Rekor di Piala Dunia
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


