JAKARTA (Servisenta) – Bek tengah Franco Ramos Mingo dan striker Nermin Halgita akan tetap membela PSIM Yogyakarta musim depan.
Keputusan mempertahankan Franco Ramos dan Halgeta didasarkan pada evaluasi komprehensif terhadap performa para pemain tersebut pada musim lalu setelah mereka menjadi pilar penting PSIM di lini pertahanan dan lini depan.
Adapun Franco Ramos, dengan pengecualian 30 pertandingan, dengan empat gol dan satu gol Membantu Musim lalu, alasan PSIM mempertahankan bek asal Argentina itu karena mereka juga mempertahankannya memerintah Siapa yang bagus di dalam dan di luar lapangan.
“Franco Ramos dipastikan akan melanjutkan masa baktinya bersama PSIM untuk musim 2026/27. Penampilan impresif Franco musim lalu menjadi landasan bagi tim pelatih dan manajemen untuk terus menjadikannya fokus utama lini belakang sekaligus menjadi kapten tim,” kata Manajer tim PSIM Jogja Exan Mahar, dikutip dari laman resmi PSIM, Selasa.
Sedangkan untuk Halgeta, mantan penyerang BSM Makassar itu belum pernah absen atau tampil sebanyak 34 kali dengan torehan empat gol dan enam gol. Membantu. Sang pemain kini juga telah bergabung dengan rekan satu timnya untuk mengikuti jadwal latihan tim.
Pihak manajemen dan teknis masih memantau perkembangan fisik dan kesiapan teknis Halgita. Proses evaluasi intensif akan terus berlanjut sebelum kompetisi resmi dimulai.
Musim depan Halgita akan bersaing dengan striker asing yang baru-baru ini dimasukkan Lascar Mataram, pemain Spanyol Adrian Dalmau.
“Nermin Halgita sudah mengikuti proses mengikuti sesi pramusim saat ini,” kata Iksan. Terkait situasinya, tim pelatih akan terus melakukan evaluasi menjelang musim baru.
Ia berkata: “Satu hal yang pasti, Nermin masih terikat kontrak dengan PSIM, sehingga wajib menjalankan program seluruh tim untuk menghadapi musim 2026/27.”
Baca Juga: PSIM Resmi Sertakan Striker Spanyol Adrian Dalmau
Reporter: Zaro Azza Syashnyar
Editor: Erwan Sehervandi
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, perayapan, atau pengindeksan AI otomatis pada situs web ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

