Google Cloud mempromosikan penerapan AI di Indonesia, dan berfokus untuk mendorong adopsi AI secara luas

Google Cloud mempromosikan penerapan AI di Indonesia, dan berfokus untuk mendorong adopsi AI secara luas

JAKARTA: Google Cloud menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat penerapan AI agen di Indonesia dengan membantu perusahaan beralih dari tahap uji coba ke penerapan AI skala besar di lingkungan produksi.
Langkah tersebut diumumkan pada acara Indonesia Leaders’ Connect 2026 yang diadakan pada tanggal 15 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, Karim Siregar, Country Director Google Cloud Indonesia yang baru dilantik, menjelaskan visi perusahaan untuk membantu organisasi meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Tak hanya itu, Google Cloud juga mengungkapkan visinya untuk membantu organisasi meningkatkan operasional dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal melalui penggunaan AI agen.

Menurut Karim, pendekatan perusahaan kini beralih dari strategi cloud-first ke strategi AI-ready. Google Cloud juga menekankan kemampuannya untuk mendukung beban kerja AI yang kompleks di Indonesia sambil terus memprioritaskan keamanan, prediktabilitas biaya, dan tata kelola yang baik.
“Di era AI agen, ukuran penting dari kemampuan rekayasa adalah kemampuan untuk memberikan solusi dalam skala yang benar-benar Indonesia,” kata Karim Siregar.
Google Cloud mengungkapkan sejumlah organisasi di Indonesia telah menggunakan Gemini Enterprise untuk menghadirkan nilai bisnis nyata di berbagai sektor. Diantaranya adalah Emtek Group, Indosat Ooredoo Hutchison dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Selain itu, Google Cloud juga memperkirakan bahwa ketika organisasi mulai memindahkan aplikasi AI dari lingkungan percontohan ke lingkungan produksi, pengelolaan biaya dan sumber daya menjadi faktor yang semakin penting.
Melalui Gemini Enterprise, perusahaan memberikan pelanggan fleksibilitas untuk memilih model AI yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka sekaligus mendapatkan visibilitas mengenai biaya operasional dan laba atas investasi (ROI).
Google Cloud mengatakan integrasi penuh dari model TPU khusus ke model Gemini memungkinkan biaya per kode menjadi lebih efisien. Tidak hanya itu, Gemini Enterprise juga dilengkapi dengan alat FinOps dan fitur tata kelola yang memberikan transparansi lebih besar mengenai biaya dan kinerja agen AI, sehingga perusahaan dapat meningkatkan penerapan AI dengan cara yang lebih terukur.
Sementara itu, sebagai bagian dari strategi ini, Google Cloud memperluas Foundation for Advanced Engineers (FDE) di Indonesia. Dengan investasi ini, Google Cloud menempatkan profesional AI langsung di lingkungan bisnis pelanggan untuk membantu menerapkan teknologi, mengurangi risiko penerapan AI, mempercepat transisi ke lingkungan produksi, dan memaksimalkan manfaat investasi AI.
Program ini juga bertujuan untuk membantu perusahaan mengintegrasikan AI generatif ke dalam proses bisnis inti, mulai dari pengembangan agen layanan pelanggan, otomatisasi analisis data, hingga peningkatan efisiensi rantai pasokan.
Google Cloud mengatakan fokus perusahaannya bukan lagi mendorong organisasi untuk mulai bereksperimen dengan AI generatif, namun membantu mereka menerapkannya dengan aman dan lebih luas.
Melalui strategi tersebut, Google Cloud berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang mampu menerapkan AI agen sebagai landasan transformasi bisnis sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)