​Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia, memperkuat fokus pada kecerdasan buatan dan usia agen

​Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia, memperkuat fokus pada kecerdasan buatan dan usia agen

Jakarta: Google Cloud telah mengumumkan penunjukan Karim Siregar sebagai country manager untuk Indonesia. Dalam peran barunya, Karim akan memimpin operasional Google Cloud dan strategi pasar di Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi lintas tim untuk menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu memenuhi kebutuhan organisasi di berbagai sektor.
Careem akan dipimpin oleh Mark Micallef, Managing Director, Asia Tenggara, Google Cloud. Salah satu minat utamanya adalah membantu perusahaan Penduduk asli digital Perusahaan tradisional menggunakan solusi AI yang terbuka dan terintegrasi dari Google Cloud untuk mempercepat transformasi bisnis mereka menuju Era Agen.
Penunjukan ini dilakukan di tengah meningkatnya adopsi AI di Indonesia, karena banyak organisasi mulai beralih dari tahap uji coba menuju penerapan AI yang mampu menghasilkan nilai bisnis nyata dalam skala besar.

Indonesia dinilai sudah siap memasuki era agency

Mark Micallef mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar yang menunjukkan ambisi besar dalam memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai tantangan bisnis dan operasional.

“Bisnis di Indonesia, baik besar maupun kecil Penduduk asli digital“Ini merupakan salah satu upaya paling ambisius di kawasan ini dalam menggunakan teknologi untuk memecahkan berbagai tantangan,” kata Mark.
“Saat ini, banyak organisasi telah melampaui fase eksperimental AI dan mulai fokus pada aplikasi yang dapat memberikan nilai bisnis nyata dalam skala besar,” tambahnya.
Menurutnya, pengalaman Careem dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan perusahaan digital di Indonesia menjadi modal penting untuk memperkuat posisi Google Cloud sebagai partner transformasi digital bagi berbagai perusahaan di tanah air.
“Rekam jejak Karim yang luar biasa dalam membangun, mengelola, dan mengembangkan perusahaan digital di Indonesia menjadikannya orang yang tepat untuk memimpin fase pertumbuhan kami selanjutnya,” kata Mark.
“Pemahaman beliau yang mendalam mengenai ekosistem digital end-to-end, inklusi keuangan, dan kolaborasi lintas platform akan menempatkan Google Cloud untuk terus menjadi mitra terpercaya bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam memaksimalkan potensi Era Agen,” lanjutnya.

Mantan Pimpinan Bank Jago dan BFI Finance

Karim bukanlah sosok baru di industri teknologi dan jasa keuangan Indonesia. Sebelum bergabung dengan Google Cloud, beliau menjabat sebagai CIO di PT BFI Finance Indonesia Tbk.
Sebelumnya, Karim dikenal sebagai Chairman dan Direktur pertama PT Bank Jago Tbk serta CEO Dkatalis Digital Labs. Beliau merupakan salah satu tokoh penting di balik transformasi Bank Jago menjadi bank digital yang terintegrasi dengan ekosistem digital nasional.
Di bawah kepemimpinannya, Bank Jago meraih profitabilitas pada tahun pertama beroperasi.
Karier Karim juga mencakup posisi Direktur IT di Bank BTPN yang kini menjadi Bank SMBC Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, beliau telah memimpin berbagai penerapan teknologi pada platform digital seperti BTPN Wow! Dan Genius yang menjadi salah satu rujukan transformasi perbankan digital di Asia Tenggara.
Selain itu, beliau juga menjabat sejumlah posisi kepemimpinan di sektor infrastruktur teknologi di Bank Danamon, Bank Mega, dan Bank Universal. Karim memulai karirnya melalui program pelatihan teknis di IBM.

Fokus pada percepatan adopsi AI di Indonesia

Karim percaya bahwa nilai inti teknologi terletak pada kemampuannya memecahkan masalah nyata dan memberikan manfaat langsung kepada penggunanya.
“Setelah bertahun-tahun berkecimpung di sektor perbankan digital dan ekosistem teknologi di Indonesia, saya percaya bahwa nilai teknologi terletak pada kemampuannya untuk menyederhanakan kehidupan dan memberikan manfaat nyata bagi penggunanya,” kata Karim.
Ia menambahkan bahwa organisasi-organisasi di Indonesia saat ini membutuhkan mitra yang dapat membantu mengintegrasikan AI dengan aman ke dalam layanan pelanggan dan pengalaman sehari-hari.
“Melalui inisiatif seperti Indonesia Pradaya dan kehadirannya Operasi keamanan lokal khusus Data wilayah “Di Jakarta, kami membantu tim teknis membangun dan mengembangkan solusi proxy yang sesuai dengan kebutuhan mereka dalam arsitektur terbuka, sekaligus memastikan bahwa data sensitif tetap berada di wilayah Indonesia,” ujarnya.
Karim berharap kerja sama yang erat antara Google Cloud, pelanggan, dan ekosistem teknologi lokal akan mempercepat tercapainya transformasi digital yang aman dan bertanggung jawab sehingga berdampak positif bagi perekonomian nasional.

Didukung oleh Gemini dan AI Stack Google Cloud

Google Cloud saat ini mengandalkan tumpukan AI Yang mencakup infrastruktur AI, model Gemini AI, platform manajemen data, dan solusi keamanan Multi-clouduntuk alat pengembangan aplikasi berbasis AI.
Perusahaan menyebut Gemini Enterprise sebagai landasan bagi perusahaan untuk membangun kemampuan AI yang efektif, meningkatkan produktivitas karyawan, mengubah proses bisnis, dan membuka peluang baru untuk menciptakan nilai bisnis.
Di Indonesia, berbagai organisasi dari sektor perbankan, telekomunikasi, retail, startup, dan konglomerat telah menggunakan layanan Google Cloud.
Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain BCA, BRI, BNI, Bank Syariah Indonesia, Bank Jago, CIMB Niaga, Alfamart, Blibli, Bukalapak, Fore Coffee, Astra International, Kalbe Farma, Indosat Ooredoo Hutchison, Telkom Indonesia, XL Smart, Privy, Noice, Kata.ai dan Tracein.
Penunjukan Karim merupakan sinyal bahwa Google Cloud ingin memperkuat posisinya di pasar Indonesia, yang kini menjadi salah satu wilayah pertumbuhan kecerdasan buatan dan komputasi awan terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(MMI)

(Tag untuk terjemahan)Google