Google mengungkapkan pengguna AI di Indonesia lebih dewasa dibandingkan di Amerika Serikat

Google mengungkapkan pengguna AI di Indonesia lebih dewasa dibandingkan di Amerika Serikat

JAKARTA: Tingkat kematangan penggunaan kecerdasan buatan di Indonesia sudah melampaui Amerika Serikat. Temuan-temuan ini dimuat dalam Laporan Peluang Ekonomi AI 2026 yang diterbitkan oleh Public First.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa hingga 63 persen pengguna AI di Indonesia termasuk dalam kategori average to power user. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai 46 persen.
Selain itu, hampir separuh pengguna AI di Indonesia juga terbiasa menggunakan alur kerja multi-langkah, seperti meta-prompting, self-criticism, dan membandingkan hasil dari berbagai platform AI untuk mendapatkan jawaban yang lebih optimal.
Markham Erickson, Wakil Presiden Urusan Pemerintahan dan Kebijakan Publik di Centers of Excellence Google, mengatakan tingginya tingkat adopsi menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mampu cepat beradaptasi dengan perkembangan AI.
“Saat ini Gemini merupakan AI Assistant yang paling banyak diminati di Indonesia. Gemini juga menjadi model bahasa besar dengan performa terbaik untuk bahasa-bahasa di Asia Tenggara,” ujarnya saat peluncuran Google AI dan YouTube Creative Economic Report di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Faktanya, kata Markham, sekitar 84 persen pengguna di Indonesia menggunakan Gemini dalam bahasa Indonesia, sehingga pengalaman AI lebih relevan dengan konteks lokal dan mampu mendukung aktivitas kreatif dan pengembangan bisnis.
“Ketika AI benar-benar memahami bahasa dan budaya lokal, maka tidak akan kehilangan makna dalam prosesnya. Masyarakat bisa bertukar ide, menciptakan dan mengembangkan bisnisnya,” tutupnya.
Jadikan Servisenta.biz.id sebagai sumber informasi pilihan Anda

(liar)

(tag untuk terjemahan) AI Indonesia