Jakarta (Servisenta) – Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Soto berharap klub futsal Spanyol bisa diminati pemain timnas Indonesia.
Tim Garuda rencananya akan berangkat ke Spanyol untuk menjalani pemusatan latihan dan pertandingan uji coba selain persiapan Piala Dunia Futsal FIFA 2028.
“Saya kira bisa jadi pengalaman bagus buat mereka kalau ada kesempatan (bergabung dengan tim Spanyol). Saya rasa banyak pemain kita, bahkan di level senior, banyak di antara mereka yang sangat bersemangat dengan kemungkinan hengkang ke Spanyol,” kata Hector Soto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.
Menurut Sotto, permasalahan pemain Indonesia yang belum mendapat tawaran saat ini karena kurangnya eksposur sehingga tidak masuk radar klub asing seperti Spanyol.
Dan nantinya melalui pemusatan latihan, Soto mengaku bisa menjadi prospek peningkatan Paparan Pemain agar bisa mengikuti pencarian bakat.
Pelatih asal Spanyol itu menilai masih ada kesenjangan yang terbilang timpang di futsal Eropa saat ini Paparan Di antara pemain Eropa dan Amerika Selatan dibandingkan dengan pemain Asia.
“Sejujurnya, menurutku bakat ada di mana-mana. Namun, menurutku begitu Paparan “Apa yang didapat pemain-pemain Barat, atau kalau disebut pemain Eropa dan Amerika Selatan, ketika mereka masih muda, jauh lebih besar daripada apa yang mereka dapatkan di sini,” kata Hector.
Namun, Hector mengatakan fokusnya saat ini adalah mencoba mendekatkan mutu dan kualitas Paparan Pemain Indonesia agar selangkah demi selangkah bisa mendekati level pemain Eropa dan Amerika Selatan.
“Tanggung jawab kita adalah mengejar ketertinggalan dan berusaha mendekatkan selangkah demi selangkah. Harapannya 20 tahun lagi kita bisa bersaing langsung dengan mereka,” kata Soto.
Hector Soto total akan membawa 20 pemain ke Spanyol untuk menjalani pemusatan latihan.
Tim Garuda dijadwalkan berangkat ke Spanyol pada 11-23 Agustus.
Baca Juga: Hector Soto Sebut TC di Spanyol Bisa Naikkan Level Timnas Indonesia
Reporter : Fajar Satrio
Editor: Erwan Sehervandi
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, perayapan, atau pengindeksan AI otomatis pada situs web ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

