Heissem masih memiliki masa depan yang panjang, dan perkembangan karir anggota baru Dinasti Hassan di timnas Mesir ini menjadi cerita yang menarik untuk diikuti.
Jakarta (Servisenta) – Lupakan sejenak kontroversi bias wasit dan FIFA yang mengunggulkan Argentina asuhan Lionel Messi melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Sebab, sebelum kontroversi muncul, ada satu sosok Timnas Mesir yang pantas menjadi sorotan di pentas Piala Dunia FIFA 2026. Namanya Haysem Hassan.
Hassan merupakan nama belakang yang identik dengan rekor emas di sepak bola Mesir. Saya tidak tahu apakah Haysam mengetahui hal ini, mengetahui bahwa ia lahir di Bagnolet, Prancis, pada tanggal 8 Februari 2002, dan besar di sana.
Tampaknya Haysem sudah terlalu sering mendengar kisah Zinedine Zidane saat memimpin Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 atau menyaksikan langsung kiprah Kylian Mbappe muda dalam mencuri perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia saat membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Selanjutnya, Hasem muda pernah bermain untuk timnas kelompok umur Prancis, termasuk saat mereka finis ketiga di Piala Dunia U-17 2019 di Brasil. Di tim kelompok umur, Haysem mencetak dua gol dari tujuh pertandingan bersama timnas Prancis U-17 dan sembilan kali bermain bersama timnas Prancis U-18 sehingga menghasilkan satu gol.
Ada kemungkinan juga bahwa Haysam muda tumbuh dengan mendengar nama Tariq Dhiab yang legendaris, pemenang Pemain Terbaik Afrika Tahun 1977 dari Tunisia, negara asal ibu Haysam.
Namun nampaknya ayah Haysem yang merupakan warga negara Mesir punya cerita lain, kisah keluarga Hassan yang mendukung kesuksesan pasukan Firaun di kancah sepak bola Afrika.
Baca juga: Argentina Bertindak Hentikan Kejutan Mesir dan Menangkan Laga 3-2
Baca Juga: Suporter Mesir Kecewa dengan Wasit Usai Kalah dari Argentina 2-3
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, crawling, atau pengindeksan AI otomatis pada situs ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.

