JAKARTA (Servisenta) – Gelandang asing Karim Balic dikabarkan mundur dari skuat klub BRI Super League Madura United yang saat ini tengah bersiap berlaga di musim 2026/2027.
Dikutip dari laman resmi I.League, Rabu, Direktur klub Madura United, Anisa Zafarina mengatakan, Karim Balic memilih mengakhiri kontrak lebih awal karena alasan keluarga.
Anisa menambahkan, keputusan tersebut disampaikan langsung kepada pemerintah setibanya di Madura. Gelandang asal Bosnia dan Herzegovina itu menyampaikan keputusan tersebut.
Anissa menjelaskan, “Sebenarnya Karim masih memiliki kontrak yang sah dan berkomitmen untuk terus bersama kami. Namun, dia akhirnya memutuskan mundur dan memutus kontraknya karena alasan keluarga.”
Baca juga: Madura United Pertahankan Pemain Asing Asal Bosnia
Anisa menambahkan, Karim Balic datang tanpa membawa keluarganya ke Madura, berbeda karena sebelumnya ia selalu mengajak keluarganya ke Pulau Garam.
Ia menjelaskan, hal tersebut berdampak besar bagi Karim dan rasa rindu serta cemasnya membuat dirinya kehilangan fokus sehingga memutuskan mundur dari Madura United.
Ia mengaku berat melepas Karim karena perannya sangat penting di tim. Meski demikian, manajemen Madura United tetap menghormati keputusan sang pemain.
“Kami sedih karena perannya sangat penting, tapi ini menyangkut kemanusiaan dan kami menghormati keputusannya,” kata Anissa. “Dia langsung datang dan mengucapkan selamat tinggal dengan baik.”
Mundurnya Karim Balic membuat Madura United kini punya tambahan tempat pemain asing, dan Anisa memastikan manajemen Laskar Sub Kerap sedang mencari tambahan pemain impor untuk berlaga di musim 2026/2027.
Selama membela Madura United, pemain berusia 29 tahun itu tampil dalam 50 pertandingan di berbagai kompetisi dan menyumbang masing-masing satu gol dan satu assist dalam total 4.448 menit bermain.
Baca juga: Madura United Resmi Gaet Brandon Scheunemann
Baca Juga: Ze Gomez Sebut Madura United Belum Dalam Kondisi Ideal
Wartawan : Aldi Sultan
Redaktur: Junaidi Suswanto
Hak Cipta © Antara 2026
Pengambilan konten, perayapan, atau pengindeksan AI otomatis pada situs web ini dilarang keras tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Antara.


